Ratusan Rumah Retak-Retak, Warga Ancam Demo PT MAS

LAHAT, SS – Ratusan rumah milik warga di tiga desa yakni Telatang, Muara Maung dan Merapi Kecamatan Merapi Barat menjadi retak. Menurut warga, hal ini disebabkan oleh aktivitas peledakan Dinamit untuk membuat lubang yang dilakukan PT MAS (Muara Alam Semesta). Dengan kejadian itu, warga mengancam akan melakukan aksi demonstrasi jika dalam waktu dekat pihak perusahaan yang bergerak dibidang penambangan batubara tersebut belum bertanggung jawab.

Idi (49) warga desa Muara Maung Kecamatan Merapi barat mengatakan, aktivitas peledakan Dinamit yang dilakukan PT MAS beberapa waktu lalu berimbas buruk terhadap rumah masyarakat, karena guncangan yang ditimbulkan membuat dinding rumah menjadi retak. Kondisi ini jelas sangat disayangkan mengingat aktivitas yang dilakukan dekat dengan pemukiman masyarakat sehingga membuat kondisi bias semakin parah.

“Lihatlah dinding rumah kami retak akibat guncangan ledakan Dinamit dari PT MAS. Yang jelas kami ingin pihak perusahaan bertanggung jawab atas peristiwa ini karena bangunan yang kami dirikan merupakan hasil jerih payah,”ujarnya kesal.

Hal senada juga diungkapkan Anuar (55) warga Dusun III Desa Muara Maung yang menuturkan, kiranya Pemkab Lahat dapat segera turun kelapangan untuk melihat kondisi yang ada, karena tidak hanya bangunan rumah yang retak melainkan Masjid juga mengalami kondisi yang sama. Sebelumnya memang ada perwakilan dari PT MAS dan Prima turun melakukan peninjauan namun hingga kini belum ada penjelasan untuk melakukan ganti rugi.

“Jika PT MAS tidak bertanggung jawab maka kami akan melakukan protes, memang sudah ditinjau namun warga belum mendapat kepastian kapan rumah yang retak akan diganti rugi dan hal ini sangat disayangkan,”imbuhnya.

Humas PT MAS Redi SH mengungkapkan, sebelumnya pihak perusahaan bersama PT PRIMA telah melakukan peninjauan ke lokasi rumah warga yang retak akibat aktivitas yang dilakukan perusahaan. Untuk ganti rugi yang diharapkan masih ada prosedur dan pihak perusahaan akan teap bertanggung jawab.

"Kita data dahulu rumah warga yang rusak. Saya belum dapat berkomentar banyak mengenai masalah ini karena ada bagian tekhnis lapangan yang lebih paham,” tandasnya.(Amir)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.