Rumah Kreatif Boek Khaman, Dari Warisan Budaya Menjadi Penggerak Ekonomi Warga


MUARA ENIM, SS.CO.ID
– Berawal dari keinginan menjaga warisan budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman, masyarakat Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, berhasil mengembangkan Batik Boek Khaman menjadi produk  unggulan yang tidak hanya melestarikan kearifan lokal, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi warga melalui pendampingan Pertamina EP (PEP) Limau Field.

Rumah Kreatif Boek Khaman yang mendapat pembinan dari PEP Limau Field kini berkembang menjadi salah satu pusat pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya memproduksi batik khas Muara Enim, tempat ini juga menjadi wadah bagi warga untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperoleh tambahan penghasilan.

Nama "Khaman" sendiri diambil dari buah khaman yang tumbuh di kawasan Desa Lubuk Raman. Filosofi tersebut kemudian dituangkan ke dalam motif batik yang dipadukan dengan  ornamen senjata tradisional sebagai simbol sejarah dan kearifan lokal masyarkat setempat.

Ketua Kelompok Rumah Kreatif Boek Khaman, Etika Oktasari, S.P., mengatakan menjaga eksistensi batik tidak cukup hanya mengandalkan  motif-motif lama.


Dijelaskannya, inovasi harus terus dilakukan agar produk tetap diminati tanpa  menghilangkan karakter khas yag menjadi identitas Batik Khaman.

"Selera konsumen selalu berubah. Karena itu kami berusaha menghadirkan desain yang lebih variatif sesuai kebutuhan pasar, namun tetap  mempertahankan ciri khas Batik Boek Khaman," ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Selain membatik, pembinaan yang dilakukan Pertamina EP Limau Field juga mencakup pengembangan usaha lain.

Masyarakat diberikan pelatihan pembuatan anyaman bambu, pengolahan pewarna  alami berbahan tumbuhan, hinga pengembangan produk kuliner yang dikelola dalam kelompok-kelompok usaha.


Pendampingan tersebut tidak berhenti pada peningkatan kemampuan produksi. Para pelaku UMKM juga mendapat pembekalan mengenai pemasaran agar  produk yang dihasilkan mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Kini, Batik Boek Khaman telah dipasarkan melalui berbagai platform digital seperti Shopee, Instagram, dan Facebook. Produk-produk mereka juga  kerap tampil dalam pameran UMKM, baik di tingkat daerah maupun nasional.

"Omzet memang masih naik turun, tetapi trennya terus menunjukkan peningkatan. Yang menggembirakan, Batik Khaman mulai dikenal masyarakat dari berbagai daerah," kata Etika.

Manajer Pertamina EP Limau Field, Abdul Rachman Para Buana, menilai perkembangan Rumah Batik Boek Khaman  merupakan hasil kerja sama yang baik antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat.


Diterangkannya, kolaborasi menjadi faktor penting dalam membangun program pemberdayaan yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan.

"Kami ingin kelompok ini terus berkembang dan semakin mandiri. Potensi Batik Khaman cukup besar. Dengan kualitas yang terus ditingkatkan serta pemasaran yang semakin luas, bukan tidak mungkin suatu hari nanti produknya bisa menembus pasar  internasional," ujarnya.

Pemerintah Desa Lubuk Raman juga terus memberikan dukungan. Kepala Desa Henkri Triansa, A.Md., mengatakan berbagai kegiatan promosi dan pameran dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan produk-produk UMKM kepada  masyarakat yang lebih luas.

"Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Selain semakin dikenal, pendapatan para perajin juga mengalami peningkatan. Saat ini, rata-rata perajin Batik Khaman mampu memperoleh penghsilan sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta setiap bulan," ungkapnya. 

Bagi masyarakat Lubuk Raman, Batik Boek Khaman bukan sekadar produk kerajinan. Di balik setiap helai kain yang dihasilkan, tersimpan  semangat untuk menjaga budaya, memperkuat identitas daerah, sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi warga desa. (Yuliansyah)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.