Rumah Berkah Yatim Piatu Komitmen Cegah Anak Putus Sekolah, Salurkan Bantuan Pendidikan dan Pembinaan


PALI, SS.CO.ID
– Rumah Berkah Yatim Piatu Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menggelar santunan anak yatim yang dirangkaikan dengan doa bersama dan istighosah dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian lembaga terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yatim agar tetap dapat melanjutkan sekolah meski menghadapi keterbatasan ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Rumah Berkah Yatim Piatu menyalurkan bantuan pendidikan bagi anak-anak yatim yang masih menempuh pendidikan di SD Negeri 10 Talang Ubi dan MTs YPII Talang Ubi. Bantuan diserahkan melalui pihak sekolah untuk membiayai kebutuhan pendidikan para siswa selama satu tahun.

Ketua Rumah Berkah Yatim Piatu, Rena Jusri, S.Pd, didampingi Penasehat Heri Iswanto, SH, Ustaz Jajang, S.H.I., Wakil Ketua Nopian, Sekretaris Tatang Suhendar, S.Pd.I., Bendahara Guntur Rio, serta Eli Salim, mengatakan program tersebut merupakan komitmen lembaga dalam mendukung pendidikan anak-anak yatim hingga jenjang sekolah menengah atas.

Ketua Rumah Berkah Yatim Piatu, Rena Jusri, S.Pd

"Kami berharap tidak ada anak yatim yang putus sekolah karena keterbatasan biaya. Insyaallah, mereka akan terus kami dampingi dan bantu agar tetap bisa mengenyam pendidikan hingga selesai," ujar Rena.

Lanjutnya, bantuan pendidikan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus melengkapi kebutuhan biaya sekolah yang belum sepenuhnya terpenuhi melalui program pemerintah.

Selain bantuan pendidikan, Rumah Berkah Yatim Piatu juga secara rutin menggelar pembinaan karakter, mental, dan keagamaan bagi anak-anak yatim melalui pertemuan yang dilaksanakan dua kali setiap bulan.

"Program ini bertujuan membentuk akhlak yang baik sekaligus menggali potensi dan bakat yang dimiliki setiap anak," ungkapnya.


Ia menjelaskan, anak-anak yang memiliki kemampuan menghafal Al-Qur'an akan mendapatkan pembinaan bersama guru tahfiz agar kemampuan mereka terus berkembang. Sementara itu, anak-anak yang memiliki minat di bidang olahraga maupun bidang lainnya juga akan didampingi dan difasilitasi sesuai potensi masing-masing.

"Kami ingin setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai bakatnya, baik di bidang keagamaan, pendidikan, maupun olahraga," tambahnya.

Sementara itu, Penasehat Rumah Berkah Yatim Piatu, Heri Iswanto, SH, mengatakan seluruh program yang dijalankan merupakan bagian dari amal jariyah yang diharapkan dapat terus berkelanjutan sehingga semakin banyak anak yatim yang merasakan manfaatnya.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung gerakan ini. Semakin banyak yang peduli, semakin banyak pula anak yatim yang bisa terbantu, baik dalam memenuhi kebutuhan pendidikan maupun pembinaan karakter mereka," ujarnya.


Heri juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial, pemerintah setempat, tokoh agama, ulama, serta pengurus masjid yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga sinergi yang terjalin dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak yatim yang memperoleh perhatian, pendidikan, dan pembinaan untuk meraih masa depan yang lebih baik," katanya.

Lebih lanjut, Heri berharap pemerintah daerah, dunia usaha, para dermawan, dan seluruh lapisan masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yatim, khususnya dalam bidang pendidikan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR), serta masyarakat menjadi kunci untuk memastikan tidak ada lagi anak yatim yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi.

"Kami berharap pemerintah terus menghadirkan program yang mendukung pendidikan dan kesejahteraan anak yatim. Kami juga mengajak dunia usaha, para dermawan, dan seluruh masyarakat untuk bergotong royong menjadi orang tua asuh serta berbagi rezeki. Dengan kebersamaan, insyaallah tidak ada lagi anak yatim yang putus sekolah dan mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berilmu, mandiri, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara," pungkasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.