PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas Masa Depan, IPA Convex 2026 Jadi Ajang Perkuat Ketahanan Energi
Booth PHE sukses menarik perhatian pengunjung dengan konsep modern dan interaktif yang mengusung semangat transformasi energi dan keberlanjutan.
Berbagai informasi terkait pengembangan migas nasional, digitalisasi operasi, hingga komitmen perusahaan terhadap transisi energi rendah karbon ditampilkan melalui layar interaktif dan visualisasi digital.
Pengunjung yang berasal dari kalangan industri, akademisi, investor, hingga masyarakat umum tampak antusias melihat langsung berbagai teknologi eksplorasi dan produksi migas yang diperkenalkan oleh tim profesional PHE.
Selain menampilkan capaian produksi migas nasional, PHE juga memperkenalkan pengembangan Migas Non Konvensional (MNK), penerapan teknologi ramah lingkungan, serta strategi perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Booth PHE turut menjadi wadah diskusi dan edukasi terkait peluang investasi sektor energi di Indonesia, khususnya pengembangan sumber daya migas yang berkelanjutan.
General Manager Pertamina Hulu Rokan, Andre Wijanarko mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam IPA Convex 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi industri sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan energi nasional.
“IPA Convex merupakan salah satu pameran dan konvensi industri migas terbesar di Indonesia yang mempertemukan pelaku industri energi dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk berbagi inovasi, teknologi, dan peluang investasi di sektor energi,” ujarnya.
Diketahui, IPA Convex) 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah dan pelaku industri energi dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tantangan geopolitik dan geoekonomi global yang masih dinamis.
Dalam pembukaan IPA Convex 2026 di Tangerang, Banten, Rabu (20/5), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri migas, hingga pengusaha daerah untuk menjaga keberlanjutan sektor hulu minyak dan gas bumi nasional.
Menurut Bahlil, pemerintah akan menerapkan kebijakan yang adil bagi seluruh pelaku usaha di sektor hulu migas, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), maupun pengusaha lokal di daerah.
“Baik BUMN, KKKS, maupun pengusaha daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.
Ia juga meminta SKK Migas untuk mempercepat proses perizinan dan melakukan reformasi regulasi agar investasi migas dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Selain itu, Bahlil mendorong keterlibatan pengusaha lokal dalam proyek-proyek migas di daerah agar dapat menjadi bagian dari pertumbuhan industri energi nasional secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah turut menyaksikan penandatanganan delapan Kontrak Kerja Sama Wilayah Kerja (WK) Migas hasil lelang tahun 2025, yakni WK Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Southwest Andaman, Barong, dan Nawasena.
Pemerintah juga mengungkap adanya 118 area potensial blok migas baru yang terdiri dari 25 area telah ditandatangani, 43 area masih dalam tahap studi bersama, serta 50 area lainnya berpotensi untuk ditawarkan dan dilakukan akuisisi data lanjutan.




Post a Comment