Ketika Migas Menjaga Alam
![]() |
| Fasilitas operasi migas tampak berdiri di tengah area yang tetap terjaga hijaunya, menggambarkan keseimbangan antara produksi energi dan pelestarian lingkungan. |
Pagi itu, suasana di sekitar wilayah operasi migas terlihat berbeda. Pohon-pohon yang ditanam beberapa tahun lalu kini tumbuh rindang. Burung-burung beterbangan dari satu dahan ke dahan lain, sementara aliran air di sekitar kawasan penghijauan tampak lebih bersih dan terjaga. Tak jauh dari sana, beberapa warga sibuk memilah sampah di bank sampah yang mereka kelola bersama.
Pemandangan seperti ini mungkin tidak langsung terbayang ketika mendengar kata industri minyak dan gas bumi atau migas. Selama ini, migas sering dianggap hanya berkaitan dengan pengeboran dan produksi energi.
Padahal, dibalik aktivitas tersebut, ada banyak upaya yang dilakukan untuk menjaga lingkungan sekaligus membantu masyarakat sekitar.
Di pesisir timur Sumatera Selatan misalnya, hamparan mangrove tumbuh hijau di sepanjang tepian sungai dan pantai. Mangrove itu bukan hanya mempercantik pemandangan, tetapi juga berfungsi menahan abrasi, menjadi tempat hidup berbagai jenis ikan dan kepiting serta membantu menyerap karbon dari udara. Sebagian kawasan mangrove bahkan mulai berkembang menjadi lokasi wisata alam yang memberikan tambahan penghasilan bagi warga.
![]() |
| Pekerja mengolah sampah plastik di fasilitas daur ulang, mengubah limbah rumah tangga menjadi bahan bernilai seperti cacahan plastik dan produk turunan lainnya. |
Hal serupa juga terlihat di berbagai wilayah operasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4. Selain memproduksi energi untuk kebutuhan nasional, perusahan juga menjalankan berbagai program lingkungan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satunya melalui Program Padu Padan di Prabumulih. Lewat program ini, sampah yang sebelumnya hanya menumpuk kini diolah menjadi barang yang memiliki nilai jual. Setiap hari sekitar tiga ton sampah anorganik diproses di Pusat Daur Ulang Sungai Medang menjadi cacahan plastik, balpress, hingga produk furniture.
Program ini bukan hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
![]() |
| Danau Shuji yang dahulu dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah, kini berubah menjadi ruang wisata yang ramai dikunjungi warga dan pelaku usaha lokal. |
Perubahan menarik juga terjadi di Danau Shuji, Kabupaten Muara Enim. Dulu kawasan ini dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah. Kini, tempat tersebut berubah menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.
Kehadiran Danau Shuji tidak hanya memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga melalui usaha kuliner, penyewaan perahu, dan berbagai aktivitas wisata lainnya.
Di Desa Air Talas, limbah kulit jeruk yang biasanya di buang kini diolah menjadi bioplastik ramah lingkungan melalui Program Gema Dewata binaan PEP Limau Field.
![]() |
| Program Kampung Iklim (ProKlim) tidak hanya mendorong kesadaran menjaga lingkungan, tetapi juga membantu meningkatkan hasil pertanian dan ketahanan ekonomi masyarakat desa. |
Upaya menjaga lingkungan juga dilakukan melalui penanaman pohon di berbagai wilayah operasi. Ribuan pohon di tanam bersama masyarakat, pelajar, kelompok tani dan pemerintah daerah. Selain membuat lingkungan lebih hijau, pohon-pohon tersebut membantu menjaga cadangan air tanah, mengurangi erosi dan memperbaiki kualitas udara.
![]() |
| Warga, pelajar, dan pekerja migas bergotong royong menanam pohon sebagai upaya memperluas ruang hijau dan menjaga keseimbangan lingkungan. |
General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto mengatakan, bahwa berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjalankan operasi migas yang berkelanjutan.
“Pencapaian ini menunjukkan komitmen PEP Zona 4 dalam melaksanakan operasi hulu migas yang berkelanjutan guna mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Komitmen tersebut juga mendapat pengakuan melalui penghargaan PROPER Hijau yang diraih seluruh wilayah operasi PHR Zona 4.
Selain itu, PEP Limau Field juga berhasil meraih ASEAN Energy Awards 2025 melalui inovasi PEARL, sebuah sistem digital yang membantu perusahaan menggunakan energi secara lebih efisien dan ramah lingkungan.
![]() |
| Kegiatan penanaman pohon ini melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. |
Berbagai contoh itu menunjukkan bahwa manfaat industri hulu migas tidak hanya berhenti pada produksi energi. Dari pengelolaan sampah, penghijauan, pengembangan wisata, pertanian ramah lingkungan, hingga inovasi teknologi, semuanya memberi dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pada akhirnya, ketahanan energi dan pelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, keduanya bisa berjalan bersama. Di berbagai daerah di Sumatera Selatan, cerita itu sudah mulai terlihat nyata. (Nald)






Post a Comment