Sumur yang Bangkitkan Semangat Baru, Cerita di Balik Keberhasilan Batch Drilling PEP Adera Field
MUARA ENIM, SS.CO.ID -- Di bawah mentari pagi yang baru menanjak di langit, suara mesin rig bergema beriringan dengan langkah para pekerja lapangan. Dari kejauhan, siluet menara pengeboran berdiri tegak seperti penjaga energi Nusantara. Hari itu, suasana di Lapangan Benuang, Pertamina EP Adera Field, terasa berbeda. Bukan hanya karena aktivitas pengeboran tengah berlangsung, tetapi karena semangat baru sedang tumbuh, semangat inovasi dan efisiensi yang menggerakkan Pertamina menuju masa depan.
Di tengah kesibukan itulah, Sumur BNG-069 (BNG-D16) mencatat sejarah baru. Sumur ini bukan sekadar satu dari deretan sumur produksi di Adera Field. Ia adalah simbol keberhasilan dari sebuah terobosan teknologi yang disebut Batch Drilling—sebuah inovasi yang mengubah cara kerja, cara berpikir, dan cara Pertamina menjawab tantangan energi bangsa.
Tanggal 2 September 2025 menjadi tonggak penting bagi PT Pertamina EP (PEP) Adera Field, salah satu unit operasi di bawah Zona 4 Regional Sumatera. Setelah berbulan-bulan perencanaan dan koordinasi lintas fungsi, sumur BNG-069 resmi berproduksi. Angkanya langsung mencuri perhatian: 2.045 barel minyak per hari (BOPD) dan 5,238 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
Pencapaian ini bukan sekadar hasil kerja teknis, melainkan buah dari strategi cerdas yang menggabungkan efisiensi, kolaborasi, dan inovasi. Batch Drilling terbukti mampu memberikan hasil yang jauh melampaui ekspektasi awal.
“Ini bukan hanya tentang angka, tapi tentang semangat. Tentang bagaimana kita bisa berbuat lebih banyak dengan cara yang lebih efisien dan aman,” ujar Djudjuwanto, General Manager Zona 4, dengan raut wajah bangga saat ditemui di lokasi.
Secara sederhana, batch drilling adalah metode pengeboran beberapa sumur dari satu lokasi (pad) menggunakan satu rig, tanpa perlu membongkar dan memasang ulang peralatan besar setiap kali berganti sumur. Rig hanya perlu “berjalan” atau skidding ke posisi sumur berikutnya.
Dalam metode konvensional, setiap sumur membutuhkan satu siklus penuh: pemasangan rig (rig up), pengeboran, pembongkaran (rig down), dan mobilisasi ke lokasi baru. Proses ini memakan waktu, biaya, serta meningkatkan risiko keselamatan dan dampak lingkungan.
Batch drilling memotong semua kompleksitas itu. Pekerjaan dilakukan berurutan dan efisien: mulai dari Make-Up Drill Pipe, Bottom Hole Assembly (BHA), hingga MIRU-Rig Down, semuanya disusun dalam satu rangkaian kerja berkelanjutan.
“Batch drilling mengubah paradigma kerja kami. Dari yang sebelumnya berpindah-pindah lokasi, kini kami bisa fokus di satu pad dengan hasil yang lebih cepat dan aman,” jelas Djudjuwanto.
| Penerapan batch drilling di Sumur BNG-69/D16 membuktikan upaya nyata PEP Zona 4 dalam optimalisasi kinerja pengeboran dan efisiensi biaya. |
Hasilnya pun nyata. Melalui penerapan batch drilling di Lapangan Benuang, Adera Field berhasil menghemat hingga 15 persen dari total biaya pengeboran atau setara USD 4,938 juta, serta memangkas 24 persen waktu operasi, sekitar 66 hari kerja. Angka efisiensi yang luar biasa untuk proyek sebesar ini.
Selain efisiensi biaya dan waktu, batch drilling membawa dampak positif pada aspek HSSE (Health, Safety, Security, Environment). Aktivitas alat berat dan transportasi rig yang biasanya menimbulkan risiko tinggi kini berkurang drastis karena semua pekerjaan terpusat di satu lokasi.
Jumlah mobilisasi peralatan berat menurun signifikan. Potensi tumpahan lumpur dan polusi udara dari aktivitas kendaraan juga lebih terkendali. Sementara dari sisi keselamatan, koordinasi lapangan menjadi lebih ringkas dan risiko kecelakaan kerja menurun.
“Kami selalu menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Inovasi seperti batch drilling memberi ruang untuk bekerja lebih efisien tanpa mengorbankan aspek HSSE,” tegas Djudjuwanto.
Tak hanya itu, pendekatan ini juga menekan jejak lingkungan (environmental footprint) dengan mengurangi jumlah lokasi pengeboran baru. Lahan yang harus dibuka semakin sedikit, dan reklamasi area menjadi lebih mudah dilakukan. Dalam jangka panjang, model kerja seperti ini mendukung prinsip sustainable operation yang kini menjadi fokus seluruh lini bisnis Pertamina.
Pencapaian besar ini tak lepas dari sinergi berbagai pihak. Dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan, seluruh fungsi di Adera Field bergerak serempak, drilling, operation, engineering, HSSE, hingga community relation. Setiap proses dikawal dengan disiplin tinggi dan komunikasi intensif.
Bagi para pekerja lapangan, batch drilling menghadirkan pengalaman baru. Waktu operasi yang lebih singkat memberi mereka ruang untuk memperhatikan detail teknis dengan lebih teliti, meningkatkan akurasi, dan memperkuat koordinasi antardivisi.
“Kami jadi punya waktu untuk melakukan evaluasi teknis yang lebih dalam. Dulu semuanya terasa dikejar waktu, sekarang pekerjaan jadi lebih fokus dan hasilnya lebih maksimal,” ujar salah satu drilling engineer muda di tim Adera Field.
Di sisi lain, sistem kerja baru ini menuntut adaptasi cepat. Para kru harus belajar memahami pola baru dalam jadwal, rotasi, serta penggunaan peralatan. Namun justru dari proses itu, semangat kebersamaan tumbuh. Mereka merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, perubahan budaya kerja Pertamina menuju efisiensi dan inovasi berkelanjutan.
| Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza hadir di Adera Field untuk memastikan implementasi batch drilling berjalan optimal dan berkelanjutan. |
Keberhasilan Adera Field tak luput dari perhatian manajemen Pertamina. Pada akhir September 2025, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, bersama jajaran manajemen hulu melakukan kunjungan langsung ke Lapangan Benuang.
Dalam kunjungan itu, Oki menyaksikan langsung bagaimana konsep batch drilling diimplementasikan dan memberikan hasil signifikan terhadap produksi nasional.
“Batch drilling adalah strategi cerdas dalam menghadapi tantangan produksi migas. Dengan cara ini, kita bisa menekan biaya sekaligus mempercepat produksi, tanpa mengorbankan aspek HSSE,” ujar Oki Muraza.
Beliau juga menegaskan bahwa inovasi seperti ini menjadi kunci bagi Pertamina untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Di tengah dinamika global, peningkatan efisiensi dan produktivitas lapangan migas domestik merupakan langkah strategis agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri.
Dampak Nyata untuk Ketahanan Energi
Hingga Oktober 2025, empat dari lima sumur batch drilling di Adera Field telah resmi berproduksi dengan total 3.388 BOPD, melampaui target awal yang ditetapkan. Sumur kelima masih dalam tahap akhir penyelesaian dan diperkirakan segera menyumbang tambahan produksi.
Capaian ini memberi kontribusi langsung terhadap Program Peningkatan Produksi Nasional 1 Juta Barel per Hari, yang menjadi target besar pemerintah dan Pertamina pada tahun-tahun mendatang. Lebih dari sekadar angka, batch drilling membuktikan bahwa efisiensi bukan berarti mengurangi, tetapi mengoptimalkan setiap sumber daya yang dimiliki.
“Inovasi ini menunjukkan bahwa semangat kolaborasi dan keberanian untuk berubah dapat menghasilkan dampak besar bagi negeri,” kata Djudjuwanto menegaskan.
Di balik keberhasilan teknologi, ada kisah kemanusiaan yang tak kalah menarik. Para pekerja di lapangan menggambarkan bagaimana metode ini membuat ritme kerja mereka lebih sehat. Tekanan berkurang, fokus meningkat, dan koordinasi lebih solid. Bahkan hubungan sosial antarpekerja membaik karena waktu kerja lebih terstruktur.
“Batch drilling bukan cuma soal rig yang bisa jalan, tapi juga soal manusia yang bergerak bersama. Kami semua belajar banyak tentang teamwork,” ungkap seorang driller senior yang telah 15 tahun bekerja di industri migas.
| Tidak hanya mempercepat proses, Batch Drilling menegaskan profesionalitas tim dalam mengelola risiko dan kompleksitas operasi pengeboran. |
Bagi para pekerja muda, proyek ini juga menjadi ruang pembelajaran luar biasa. Mereka belajar langsung tentang efisiensi operasi, integrasi data, hingga pentingnya kolaborasi lintas fungsi dalam dunia migas modern. Di sinilah regenerasi profesional energi Indonesia ditempa.
Apa yang terjadi di Adera Field menjadi bukti nyata bahwa energi Indonesia tak hanya bersumber dari minyak dan gas di perut bumi, tetapi juga dari semangat, kecerdasan, dan kerja keras manusia yang mengelolanya.
Batch drilling adalah refleksi dari visi besar Pertamina untuk menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia, efisien, inovatif, dan berkelanjutan.
“Kami percaya, keberhasilan di lapangan seperti Adera akan menjadi inspirasi bagi unit lain. Karena pada akhirnya, energi sejati berasal dari manusia yang mencintai pekerjaannya,” ujar Djudjuwanto menutup perbincangan dengan penuh semangat.
Ketika malam turun dan lampu rig kembali menyala di tengah hamparan hutan, suara mesin seakan berdendang, menyuarakan kerja tanpa henti para insan energi negeri ini. Di balik cahaya itu, ada cerita tentang tekad dan inovasi, tentang kolaborasi dan keberanian, tentang bagaimana satu lapangan kecil bisa membawa makna besar bagi bangsa.
Batch drilling bukan sekadar strategi teknis. Ia adalah kisah tentang keyakinan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kakinya sendiri, melalui energi yang digali, dikelola, dan dijaga oleh tangan-tangan terbaik negeri ini. (Nald)

Post a Comment