Petani Tewas Ditabrak Kereta Api

MUARA ENIM, SS - Hariyanto (50) warga Dusun I Desa Talang Taling Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muaraenim yang berprofesi sebagai petani ini diduga ditabrak kereta api hingga tubuhnya terbagi terpotong menjadi tiga bagian.

Korban ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Jalur Kereta Api KM 360 +0/1, Desa Talang Taling Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, Senin (15/5/2017) sekitar pukul 06:30 WIB.

Dalam laporan yang di dapat di lapangan Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan yang didampingi Kasubag Humas AKP Arsyad Agus AR melalui Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono membenarkan penemuan mayat seorang laki-laki yang diduga meninggal akibat ditabrak kereta api. 

Mayat pertama kali ditemukan oleh Rico (30) Masinis Kereta Api Babaranjang yang langsung melaporkan penemuan tersebut kepada Ahmad PPKA Stasiun KA Gelumbang. 

Korban merupakan warga asli dari Lampung yang sekarang ini berdomisi di Desa Talang Taling dan sehari-hari bekerja sebagai petani karet.

Ahmad (30), salah satu saksi yang bekerja di PPKA Stasiun KA Gelumbang mengatakan, sekitar pukul 5.00 pagi masinis KA Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) memberitahu bahwa ada mayat seseorang di tengah rel kereta yang diduga ditabrak kereta api di KM 360 + ½ Serdang-Gelumbang.

Laporan tersebut, lanjut dia, diteruskan kepada Kurnia Edwin (41) Kasatker Serdang-Gelumbang PT KAI yang kemudian langsung mengecek kebenaran informasi tersebut dengan cara menyisir jalur kereta api menuju ke arah Serdang.

Setelah dilakukan penyisiran, ditemukan mayat di tengah rel kereta api dalam kondisi terpotong tiga. yakni bagian kepala, badan dan potongan betis kaki sebelah kanan.

“Mendapat informasi kita langsung mendatangi lokasi. Korban telah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Gelumbang,” ujar Indrowono. 

Dengan kejadian tersebut dikatakan Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono, "Korban meninggalkan dua orang anak, yang pertama Riki (15) dari istri pertama dan yang kedua Ayu Sapitri (10) hasil pernikahannya dgn istri kedua. Korban sendiri sudah tiga kali menikah yang pertama sudah bercerai, yang kedua meninggal dunia dan istri yang ketiga Maria (25) yang juga bekerja sebagai tani warga Dusun 1 Desa Talang Taling. Korban menikah dengan istri ke tiga status janda anak satu. Menikah dengan istri yang ketiga sudah 1 tahun dan  belum dikaruniai anak. Korban telah dievakuasi dan dibawah ke Puskesmas Gelumbang,” terangnya dalam informasi laporan di TKP. (Kalvin)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.