Jembatan Gantung Desa Muara Gula Lama Nyaris Ambruk

Seorang warga Desa Muara Gula Lama menunjukkan bekas
jembatan gantung didesanya yang nyaris ambruk diduga
disebabkan karena terpaan angin kencang dan konstruksi jembatan
yang tak sesuai perencanaan
MUARA ENIM, SS - Warga Desa Muara Gula Lama Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Muara Enim mempertanyakan pembangunan jembatan gantung di desanya yang baru selesai direhab pada APBD tahun 2016 lalu, ternyata nyaris ambruk. Kondisi jembatan yang nyaris ambruk tersebut diduga karena konstruksi jembatan yang dibangun kurang baik dan tepatnya dua pekan yang lalu dihembus angin kencang sehingga membuat badan jembatan terhempas dan membuat sejumlah seling jembatan putus.

Pembangunan jembatan gantung Desa Muara Gula Lama Kecamatan Ujanmas tersebut baru saja direhab oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Muara Enim pada tahun Anggaran 2016 lalu dan menelan dana sebesar Rp. 1,86 milyar. Sebagai pelaksana pembangunan yakni CV. Tania Surya Abadi dari Palembang dengan nomor kontrak. 620/3183/1PBD/BMP/2016.

Selain disebabkan faktor alam, warga juga mempertanyakan hasil pekerjaan kontraktor pelaksana pembangunan dikarenakan baru saja dibangun akan tetapi seperti sudah tidak mampu menahan beban ketika hendak dilalui masyarakat maupun kendaraan sepeda motor. Warga sendiri mengkhawatirkan jika jembatan yang sudah rusak tersebut, sewaktu-waktu akan ambruk dan membahayakan penduduk yang melewati jembatan tersebut.

Salah satu warga, Sumantri mengatakan pasca diterpa angin kencang dua pekan yang lalu, diperkirakan sebanyak 107 seling baja yang menopang jembatan gantung putus di bagian sisi kanan dan kiri jembatan.  Dia mengatakan pasca kejadian itu, sejumlah warga melaporkan hal itu ke Kepala Desa Muara Gula Lama dan informasi tersebut diteruskan ke Dinas PUTR Kabupaten Muara Enim.

“Entah dari Dinas PUTR atau dari kontraktor, namun ada tukang las yang datang memperbaikinya. Kalau dak salah tukang lama dari kontraktor yakni pak Darwis, dia sambungkan besi jembatan yang putus-putus itu, sebab kalau tidak diperbaiki warga khawatir jembatan gantung tidak bisa dilewati  warga ke kebun,” tukas dia.

Darwis  sendiri dikonfirmasi membenarkan jika dirinya memang pada hari Kamis lalu(11/5) dirinya diminta untuk memperbaiki jembataan tersebut. “Memang benar, besinya ada yang bengkok dan putus. Yang bengkok diluruskan dan yang putus disambung kembali.  Karena jembataannya miring terpaksa jalan keluarnya, selingnya saya putus dulu baru disambung lagi. Kalau masalah teknis bapak tanya saja pak Ari atau pak Sugiono dari dinas,” jawab dia.

Kepala Desa Muara Gula Lama, Ripul Padri membenarkan jembatan gantung di desanya mengalami kerusakan sebagian dan menyebabkan badan jembatan gantung miring. Untuk itu, kata dia, dirinya sudah meminta agar Dinas PUTR Kabupaten Muara Enim memperbaikinya kembali.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Muara Enim, Ari Jonathan, ST dikonfirmasi di kantornya, kemarin(15/5) kepada wartawan portal ini membenarkan jika ada gangguan bencana alam berupa angin kencang sehingga menyebabkan badan jembatan di desa itu miring. “Sudah kami cek ke lapangan pasca diterpa angin kencang,” papar Ari.

Setelah kejadian itu, dirinya menerima permintaan dari Kepala Desa setempat untuk memperbaiki jembatan gantung tersebut sehingga layak dipergunakan kembali. “Sudah diperbaiki kembali dan sekarang sudah dapat dilalui penduduk. Kami juga sudah menyarankan agar penduduk setempat untuk berhati-hati melalui jembatan itu dan untuk sementara untuk tidak dilalui kendaraan bermotor atau hewan ternak dahulu,” jelas Ari.

Soal adanya keluhan warga atas kondisi fisik bangunan jembatan gantung, Ari mengatakan jika hal itu menjadi tanggungjawab kontraktor sebagai pelaksana pembangunan.

“Jembatan itu sudah dibangun oleh Dinas PUTR dan ada kerusakan sudah diperbaiki. Soal adanya ketidakpuasan warga kami memakluminya dan sudah kami terima keluhan mereka atas pelaksanaan pembangunan oleh kontraktor tersebut. Memang sekarang kontraktor masih bertanggungjawab karena masih tahapan pemeliharaan,” pungkasnya.(LEX)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.