Kembangkan Potensi Desa Jadi Desa Wisata

Kades Sidomulyo Sorono Miyarto D
MUARA ENIM, SS – Desa Sidomulyo Kecamatan Gunung Megang telah merencanakan untuk mengembangkan potensi didesanya menjadi Desa Wisata. Rencana tersebut dituangkan dalam rencana peraturan desa (Perdes) Desa Sidomulyo Kecamatan Gunung Megang No.7 tahun 2017 tentang program Desa Wisata.

Kepala Desa Sidomulyo Kecamatan Gunung Megang, Surono Miyarto D kepada wartawan mengatakan bahwa rencana pengembangan potensi yang ada di desanya saat ini belum tergali secara maksimal. Melalui program Desa Wisata yang saat ini sedang dirancang antara dirinya selaku Kepala Desa dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) diharapkan potensi yang belum tergali secara maksimal akan tergarap.

“Rencana kita memang begitu, rencananya beberapa tahun ke depan desa kita menjadi Desa Wisata. Sebagai payung hukum, akan kami terbitkan Perdes. Ini salah satu bentuk inovasi di tingkat desa,” ungkap Surono, Selasa (16/5).

Dikatakan Surono, saat ini jumlah penduduk Desa Sidomulyo sebanyak 700 kepala keluarga(KK) atau 1200 jiwa. Sebagai sumber perekonomian penduduk, terang dia, sebagian besar penduduk di desanya bermata pencaharian sebagai petani karet dan sawit.

“Program pengembangan Desa Sidomulyo ini menjadi Desa Wisata adalah upaya kita mendorong penduduk untuk berproduktif, baik di bidang perkebunan maupun pertanian serta pemanfaatan lahan tidur penduduk yang belum termanfaatkan berupa hutan dan danau. Inspirasi tersebut adanya beberapa kebun buah naga dan beberapa kolam ikan penduduk yang berhasil dikelola dengan baik,” terang dia.

Sebelumnya, kata Surono, Desa Sidomulyo telah dipercaya sebagai juara 1 pada lomba desa tingkat Kabupaten Muara Enim dan saat ini masih penilaian untuk tingkat Provinsi. Demikian pula, rencana Desa Sidomulyo ditunjuk dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan untuk mewakili tingkat Nasional mengikuti Program Kampung Iklim(Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.

“Saat ini desa kita masih menunggu tim penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup, sementara penilaian dari Kabupaten dan Provinsi kita dinyatakan lolos,” jelas dia.

Kendalanya, kata Surono, didesanya belum memadainya akses informasi berupa signal seluler dan akses jalan yang masih belum sepenuhnya dibangun. Saat ini, terangnya, dari akses jalan sepanjang 4 km dari ruas jalan Gunung Megang-Muara Emburung, baru dibangun sekitar 800 meter. Sisanya 3,2 km belum dibangun dan masih berupa pengerasan jalan. Padahal, kata dia, akses jalan tersebut satu-satunya akses ke desanya dari ruas jalan Kabupaten Gunung Megang-Muara Emburung dan akses penduduk untuk mengangkut hasil pertanian.

“Kemarin, sempat dibahas pula pada reses Anggota DPRD Muara Enim di desa kami bahwa akan diusulkan pembangunan jalan 4 km ke desa kami, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Untuk itu, saya meminta agar Pemkab Muara Enim melalui Dinas Pekerjaan Umum dapat menganggarkan sisa 3,2 km akses jalan yang belum dibangun tersebut. Saat ini, kalaupun ada kerusakan jalan, kami selaku Pemerintahan Desa bersama masyarakat bergotong royong memperbaikinya bersama-sama. Sementara untuk penggunaan dana desa baik dari DD maupun ADD itu tidak memungkinkan. Tahun lalu, dana desa kami dibangunkan ke pembangunan siring desa dan dana ADD dibangunkan ke pembangunan jalan cor beton antar kampung di desa kami,”pungkas Surono.(LEX)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.