Jalan Desa Tanjung Agung Rusak Parah
MUBA, SS - Akses jalan merupakan hal penting tentang maju atau mundurnya suatu daerah baik desa maupun perkotaan karena semua itu berkaitan dengan perekonomian warga masyarakat baik pedagang maupun petani yang akan mengekspor hasil pertanian. Jika jalan bagus, artinya tingkat perekonomian akan lancar namun sebaliknya jika jalan rusak tentunya akan menghambat laju perekomian masyarakat khususnya di pedesaan.
Hal ini seperti yang terjadi pada jalan penghubung empat desa yakni Desa Tanjung Agung Timur, Desa Tanjung Agung Barat, Desa Tanjung Agung Selatan dan Desa Tanjung Agung Utara Kecamatan Lais Kabupaten Muba. Saat ini kondisi jalan tersebut sunggu sangat memprihatinkan sekali.
Arapik, warga Desa Tanjung Agung Barat kepada portal ini saat ditemui dikediamannya, Jum'at (12/5) mengatakan bahwa jalan yang menjadi penghubung empat desa itu memang dari dulu Kondisinya seperti ini, rusak dan berlumpur.
"Sepengetahuan saya sejak Desa Tanjung Agung ini berdiri hingga sekarang, kondisi jalannya masih tetap seperti jalan desa tertinggal. Apalagi di musim penghujan jalan desa kami ini licin dan berlumpur. Padahal jalan ini adalah penghubung 4 (empat) dan mayoritas warganya adalah petani karet dan petani sawit yang sangat membutuhkankan jalan yang layak untuk mengirimkan hasil bumi ke luar desa," ujarnya.
Masih katanya, memang ada bangunan aspal tahun 2013 dan tahun 2015 lalu itu pun hanya berapa kilo meter. Namun sekarang kondisinya sudah banyak yang hancur dan berlobang. Kerusakan jalan itu disebabkan kendaraan roda empat yang membawa buah kelapa sawit ke pabrik pembibitan milik perusahaan PTPN 7 yang diduga melebihi kapasitas jalan.
"Ya kita beharap pemerintah dapat membangun jalan desa kami agar kami tidak susah lagi mengirimkan hasil bumi,l ke luar desa," harapnya.
Ditempat terpisah, Andi warga lainnya juga mengharapkan agar jalan di desa dapat dibangun. "Memang desa kami ini jauh dari jangkauan perkotaan, namun kami juga menginginkan jalan yang bagus. Apalagi jalan menuju desa kami hanya jalan inilah. Walaupun pernah ada pembangunan jalan disini, tapi tidak dapat bertahan lama karena sering dilewati mobil pengangkut buah kelapa sawit yang beratnya mencapai belasan ton. Untuk itu kita warga masyarakat Desa Tanjung Barat mengharapkan agar pihak Pemkab Muba dan Anggota DPRD Muba dapat membangun jalan penghubung desa kami yang sekarang kondisinya sudah rusak parah," tandasnya.(Rd/M.Skr)

Post a Comment