Sempat Disebut Pengeroyokan, Ternyata Dua Siswa SMPN 2 Prabumulih Terlibat Perkelahian, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi


PRABUMULIH, SS.CO.ID 
— Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak terlihat dikerumuni sejumlah warga usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh pelajar lainnya beredar di media sosial.

Video tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat dan disebut-sebut berkaitan dengan siswa SMP Negeri 2 Prabumulih.

Dalam rekaman berdurasi singkat itu, seorang anak tampak berada di tengah kerumunan warga setelah diduga terlibat dalam insiden kekerasan dengan sejumlah pelajar lainnya. Rekaman tersebut kemudian menyebar di media sosial dan memunculkan dugaan telah terjadi pengeroyokan.

Menanggapi video yang viral tersebut, Kepala SMP Negeri 2 Prabumulih, Mardiana, S.Pd., M.Si., memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi bukan pengeroyokan, melainkan perkelahian antara dua siswa.

“Benar pulang sekolah tadi dan kedua orang tua masing-masing sudah dipanggil ke sekolah,” ujar Mardiana.

Menurutnya, kejadian tersebut berlangsung setelah jam pulang sekolah dan terjadi di luar lingkungan sekolah.

"Pihak sekolah kemudian mengambil langkah dengan memanggil masing-masing orang tua siswa yang terlibat untuk menyelesaikan persoalan tersebut," ungkapnya.

Klarifikasi pihak sekolah ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar di media sosial yang menyebut kejadian tersebut sebagai pengeroyokan.

Disdikbud Prabumulih Berikan Perhatian

Peristiwa tersebut turut menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Prabumulih.

Kepala Disdikbud Prabumulih, A. Darmadi, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa setiap kejadian yang melibatkan peserta didik perlu ditangani secara serius, namun tetap mengedepankan pembinaan serta penyelesaian yang melibatkan pihak sekolah dan orang tua.

"Disdikbud juga mendorong pihak sekolah untuk terus melakukan pembinaan terhadap siswa serta memperkuat komunikasi dengan orang tua. Hal tersebut dinilai penting agar persoalan antarpelajar tidak berkembang menjadi tindakan kekerasan maupun konflik yang lebih besar," terangnya. 

Sementara itu, beredarnya video di media sosial diharapkan tidak serta-merta menimbulkan kesimpulan sebelum adanya informasi yang jelas dari pihak terkait.

Dengan adanya klarifikasi pihak sekolah, kejadian yang terekam dalam video tersebut disebut sebagai perkelahian antara dua siswa yang terjadi setelah jam pulang sekolah dan di luar lingkungan sekolah, bukan pengeroyokan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.