Bajemo Open Race IV Digelar di Sungai Musi, Sekda Muba Tekankan Pelestarian Sungai
SEKAYU, SS.CO.ID – Riuh mesin perahu ketek berpadu dengan sorak penonton mewarnai perairan Sungai Musi di Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (22/8/2026).
Sebanyak 55 peserta ambil bagian dalam Lomba Balap Ketek Bajemo Open Race IV 2026, yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kompetisi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi masyarakat tepian sungai dan mengangkat potensi ekonomi nelayan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Muba Drs. Syafaruddin, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Muba H. M. Toha Tohet. Pembukaan turut dihadiri jajaran Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah.
Di antaranya Pasi Pers Kodim 0401/Muba Kapten Suhartono yang mewakili Dandim 0401/Muba, Kapolsek Sekayu AKP Dedi Kurniawan yang mewakili Kapolres Muba, Kepala Dishub Muba M. Hatta, S.E., M.Si., serta Kabid Komunikasi Publik Dinkominfo Muba Jerry Rinoldy, S.T., yang mewakili Kepala Dinkominfo Muba.
Hadir pula Camat Sekayu Edy Heryanto, perwakilan Kantor Kementerian Agama Komarindang, perwakilan Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu, Kepala Desa Lumpatan I Agus Kurniawan, Kepala Desa Lumpatan II M. Zazili Mustofa, para kepala dusun Desa Lumpatan II serta panitia pelaksana yang dikoordinasikan Ketua Pelaksana Endang Saputra, S.Sos.
Dalam sambutannya, Sekda Syafaruddin mengatakan Bajemo Open Race bukan sekadar perlombaan untuk memeriahkan suasana kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian Sungai Musi sekaligus mendukung keberlangsungan ekonomi nelayan tradisional.
“Hakikat dari kegiatan ini adalah untuk menjaga kelestarian sungai kita, sekaligus membangkitkan kembali potensi nelayan yang menjadi tulang punggung keluarga. Melalui hasil tangkapan sungai, kita berharap para nelayan tetap mampu memenuhi kebutuhan termasuk menyekolahkan anak-anak mereka,” ujar Syafaruddin.
Ia menjelaskan, lomba balap ketek tersebut berawal dari inisiatif masyarakat nelayan yang secara swadaya menggelar perlombaan setiap momentum 17 Agustus.
“Awalnya, para nelayan ini berinisiatif secara mandiri dengan mengumpulkan uang patungan untuk menggelar lomba setiap tanggal 17 Agustus. Berawal dari semangat swadaya tersebut, pemerintah daerah bersama para tokoh masyarakat tergerak untuk memfasilitasi dan membesarkan kegiatan ini hingga memasuki tahun keempat penyelenggaraan resmi,” tambahnya.
Di tengah kemeriahan perlombaan, Sekda juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penangkapan ikan yang merusak lingkungan, seperti menggunakan racun, potas maupun setrum.
Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya mengancam keberadaan ikan dan ekosistem sungai, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Terlebih, Sungai Musi menjadi salah satu sumber air baku yang dimanfaatkan PDAM Sekayu.
“Hentikan kegiatan menyetrum dan meracun ikan! Kita harus sepakat untuk menjaga sungai ini. Ketika debit air Sungai Musi menyusut pada musim kemarau, racun seperti potas sangat berbahaya bagi air baku PDAM yang disalurkan ke rumah-rumah masyarakat. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menahan diri dan menjaga kelestarian perairan kita,” tegasnya.
Usai pembukaan, piala bergilir Bajemo Open Race diserahkan kembali oleh juara bertahan tahun sebelumnya, Tim Kayuara, kepada panitia untuk kembali diperebutkan dalam penyelenggaraan tahun ini.
Puluhan peserta kemudian mengikuti parade menggunakan perahu ketek dengan mengibarkan bendera masing-masing tim. Parade berlangsung di belakang garis paddock dan disambut antusias penonton yang berada di sepanjang tepian Sungai Musi.
Untuk memastikan keamanan selama kegiatan, tim evakuasi Polairud Polres Muba dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Muba disiagakan di lokasi.
Sekda Muba juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan perlombaan sebagai ajang mempererat persaudaraan sekaligus menjunjung tinggi sportivitas.
“Silakan bertanding dengan semangat untuk menang, namun tetap junjung tinggi nilai sportivitas tanpa menghalalkan segala cara. Bagi yang menang jangan jumawa, dan bagi yang belum berhasil jangan berkecil hati. Tahun depan kita akan berkompetisi kembali,” tutur Syafaruddin.
Bajemo Open Race IV 2026 pun tidak hanya menjadi tontonan masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat tradisi masyarakat sungai sekaligus menyuarakan pentingnya menjaga Sungai Musi bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Post a Comment