36 Capaskibraka Prabumulih Masuk Desa Bahagia, Siap Ditempa Jelang HUT RI ke-81
PRABUMULIH, SS.CO.ID -– Sebanyak 36 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaskibraka) Kota Prabumulih resmi memasuki fase pembinaan intensif melalui prosesi tantingan atau masuk Desa Bahagia, Sabtu (8/8/2026).
Prosesi tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M., sebagai bagian penting dalam rangkaian pembentukan karakter dan kesiapan para calon pengibar Bendera Pusaka sebelum menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang.
Setelah prosesi ini, para Capaskibraka akan menjalani masa karantina selama 10 hari di Hotel Gran Nikita Prabumulih. Mereka akan mendapatkan pembinaan secara intensif hingga menjelang pelaksanaan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Rangkaian tantingan diawali dengan upacara pembukaan. Suasana kemudian dilanjutkan dengan sejumlah prosesi tradisi, mulai dari pemecahan kendi, mandi kembang hingga pemotongan pita sebagai simbol resmi masuknya para Capaskibraka ke Desa Bahagia.
Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, dalam arahannya mengingatkan para calon pengibar bendera agar tidak menganggap tugas tersebut sebagai kegiatan seremonial semata.
Dikatakannya, menjadi bagian dari Paskibraka merupakan amanah sekaligus kehormatan yang menuntut kesiapan fisik, mental dan kedisiplinan tinggi.
"Capaskibraka Prabumulih harus siap secara mental dan fisik, serta siap mengorbankan pikiran dan waktu. Tugas ini bukan mudah, perlu pengorbanan," pesan Franky.
Ia juga berpesan agar seluruh Capaskibraka mampu menjaga nama baik sekolah atau almamater masing-masing serta membawa nama baik Kota Prabumulih selama menjalani proses pembinaan.
Franky menekankan, seluruh perjuangan yang dijalani harus dilandasi tujuan yang jelas dan keyakinan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
"Tujuan harus jelas dan penuh keyakinan hati, untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan berpedoman pada Pancasila," ujarnya.
Ditambahkannya, keberadaan Desa Bahagia menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki semangat kebangsaan, rasa tanggung jawab, disiplin dan jiwa pengabdian.
"Desa Bahagia siap membangun bangsa dan negara yang didasari Pancasila," tegas Franky.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Prabumulih, Ahmad Daswan, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa pembentukan Paskibraka merupakan bagian dari persiapan Pemerintah Kota Prabumulih dalam menyukseskan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Sebanyak 36 Capaskibraka Prabumulih saat ini tengah digembleng untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI," kata Ahmad.
Ia menjelaskan, para Capaskibraka telah menjalani pelatihan sejak 14 Juli 2026 dan akan mengikuti rangkaian pembinaan hingga 16 Agustus 2026.
Selama proses tersebut, mereka mendapatkan pembinaan dan pelatihan dari unsur TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), serta sejumlah pihak terkait.
Lanjutnya, tantingan atau prosesi masuk Desa Bahagia merupakan salah satu materi wajib yang harus diikuti seluruh Capaskibraka sebagai bagian dari proses pembentukan karakter sebelum mereka menjalankan tugas kenegaraan.
"Dengan pembinaan yang diberikan secara intensif, ke-36 Capaskibraka diharapkan mampu tampil maksimal saat mengibarkan Bendera Pusaka pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, para calon pengibar bendera juga diharapkan mampu menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan dan semangat nasionalisme dalam menjalankan amanah tersebut," pungkasnya.



Post a Comment