Sidak Ditreskrimsus Polda dan DLH Sumsel Jadi Tanda Tanya! Warga: Apakah Kami Hanya Jadi Tontonan Objek Penderitaan?
LAHAT, SS – Penanganan kasus dugaan pencemaran limbah batu bara di Sungai Pait, Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, kini menuai kekecewaan mendalam dari masyarakat setempat.
Sidak yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel dan PTBA pada Rabu (15/7/2026) justru meninggalkan tanda tanya besar bagi warga yang terdampak.
Bukannya merasa tenang, warga justru merasa seolah hanya dijadikan objek penderitaan yang ditonton tanpa ada langkah nyata untuk menyelesaikan permasalahan.
Kunjungan yang ditujukan untuk memverifikasi laporan pencemaran dari aktivitas penambangan PT Pama Persada Nusantara, sub-kontraktor PTBA, ini dianggap minim transparansi. Kekecewaan warga terlihat saat mengetahui parameter pH air sungai sebesar 7,17 tanpa memberikan penjelasan teknis yang memadai mengenai dampaknya terhadap kelangsungan hidup mereka.
Mul, salah satu warga setempat, menyatakan kebingungannya terkait angka tersebut. Ia mempertanyakan apakah angka tersebut menjamin air aman untuk dikonsumsi atau justru mengandung racun yang mengancam kesehatan.
Menurutnya, pihak berwenang tidak seharusnya datang hanya untuk melakukan prosedur administratif lalu pulang, sementara warga harus terus menanggung beban penderitaan tanpa kepastian.
Selain soal transparansi, warga juga mengkritik cakupan sidak yang dianggap tidak komprehensif. Warga menyayangkan tim yang hanya melakukan peninjauan di satu titik, padahal kondisi sungai di lokasi lain jauh lebih memprihatinkan.
Mereka menunjukkan adanya pohon-pohon besar yang tumbang akibat abrasi serta lahan perkebunan warga yang rusak parah akibat sedimentasi limbah batu bara yang tidak kunjung tertangani.
Warga mendesak pihak berwenang agar tidak sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan harus bertindak tegas untuk memulihkan ekosistem sungai yang menjadi sumber kehidupan mereka.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari pemerintah dan pihak perusahaan. Warga sangat berharap adanya transparansi penuh mengenai hasil uji laboratorium agar mereka tidak terus-menerus merasa menjadi objek penderitaan di tengah ancaman limbah yang terus mengintai kehidupan mereka.(Fry)

Post a Comment