Warga Terdampak Limbah Batu Bara Tagih Janji PT BA Segera Tuntaskan Ganti Rugi Lahan


LAHAT,SS - Ketegangan di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Lahat, belum juga surut. Warga yang terpapar limbah batu bara di Sungai Pait diduga buntut aktivitas operasional PT Pama Persada Nusantara menuntut ketegasan surat yang dikeluarkan CSR PT BA  bernomor 097/T/11120/HM.03/VI/2026 tertanggal 8 Juni 2026, yang membeberkan 5 poin tindak lanjut. 

Namun, surat tersebut justru memantik tanda tanya warga. Soal tuntutan krusial mengenai ganti rugi lahan yang erosi akibat dampak limbah batu bara.  

​Murni, salah satu warga terdampak, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Meskipun mengakui adanya Detail Engineering Design (DED) untuk normalisasi sungai, Murni menekankan bahwa teknis pengerjaan fisik tak bisa menambal persoalan lahan yang sudah erosi dan rusaknya Sungai Pait.

​"Normalisasi sungai memang kebutuhan, tapi tanggung jawab terhadap hak-hak kami atas lahan yang tergerus erosi limbah batu bara harus menjadi prioritas yang sama," ujar Murni, Senin (22/06/26).

​Nada serupa disuarakan Kepala Desa Gunung Kembang, Edi Suparno. Ia menegaskan masyarakat telah kenyang dengan janji-janji pemberdayaan yang meleset dari pokok persoalan. Bagi warga, program burung puyuh adalah tawaran yang tak relevan dan menghina akal sehat di tengah kerusakan lingkungan yang mereka tanggung.

​"Kami tidak butuh burung puyuh. Prioritas utama warga adalah kepastian ganti rugi lahan yang sudah lama terkatung-katung," kata Edi, tegas.

​Bagi warga Desa Gunung Kembang, surat dari PTBA tak lebih dari sekumpulan langkah normatif yang seharusnya sudah tuntas dikerjakan sejak dulu, seperti penanganan area longsor dan kajian geolistrik air bersih. 

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Humas PTBA, Reco, belum memberikan sikap tegas atas desakan warga. Saat dikonfirmasi, ia hanya memberikan jawaban singkat melalui pesan pendek. 

"Siang Pak, izin saya koordinasikan dengan tim dulu ya, Pak. Nanti kami fasilitasi pertemuan dengan bagian yg terkait ya Pak. Mungkin, bisa dibahas disana," terangnya.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.