Suasana Mencekam di RS AR Bunda Prabumulih, Pemadam Kebakaran Dikerahkan
PRABUMULIH, SS.CO.ID -- Suasana mencekam sempat menyelimuti Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS AR Bunda Prabumulih, Jumat (5/6/2026) siang.
Kepulan asap tebal disertai kobaran api yang muncul dari bagian atas gedung membuat pasien, keluarga pasien, hingga tenaga kesehatan panik dan berlarian keluar ruangan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah pasien dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, sementara petugas rumah sakit sigap mengarahkan pengunjung menjauh dari titik yang diduga menjadi sumber kebakaran.
Tak berselang lama, armada pemadam kebakaran milik BPBD Kota Prabumulih tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan penanganan dengan menyemprotkan air ke arah kobaran api guna mencegah meluasnya kebakaran ke bangunan lain.
Aksi cepat para petugas berhasil mengendalikan situasi. Api dapat dipadamkan dalam waktu relatif singkat sehingga kondisi kembali aman dan aktivitas rumah sakit dapat berjalan normal.
Namun di balik kepanikan yang sempat terjadi, insiden tersebut ternyata bukan kebakaran sungguhan. Asap dan kobaran api yang terlihat merupakan bagian dari simulasi penanggulangan kebakaran yang digelar RS AR Bunda Prabumulih bekerja sama dengan BPBD Kota Prabumulih.
Kepala BPBD Prabumulih, Sriyono, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pegawai rumah sakit dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana kebakaran.
"Selain simulasi pemadaman, kami juga memberikan edukasi dan pelatihan kepada tenaga kesehatan serta pegawai rumah sakit mengenai prosedur keselamatan dan penanganan kondisi darurat," ujarnya.
Menurutnya, rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi sehingga diperlukan kesiapan seluruh unsur yang ada di dalamnya untuk menghadapi berbagai situasi darurat.
Direktur RS AR Bunda Prabumulih, dr. Harry Wahyudhi, Sp.Rad., MARS, mengatakan simulasi tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja.
"Tujuannya agar seluruh pegawai memahami langkah-langkah evakuasi, penggunaan APAR, serta mampu bertindak cepat dan terkoordinasi apabila terjadi keadaan darurat yang sebenarnya," katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga mendukung pemenuhan standar keselamatan dan proses akreditasi rumah sakit yang tengah berjalan.
Meski sempat membuat pasien dan masyarakat sekitar mengira terjadi kebakaran sungguhan, simulasi berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan ini menjadi bukti keseriusan RS AR Bunda Prabumulih dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana demi menjamin keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan seluruh pengunjung rumah sakit.


Post a Comment