Dua Raksasa Media Sumsel, TVRI dan Tribun Turunkan Tim Investigasi! Bongkar Skandal Limbah Batu Bara, Sungai Pait Hancur, Terowongan KAI Menggantung serta Lahan Warga Tergusur
LAHAT,SS – Polemik dugaan pencemaran lingkungan dan penggusuran lahan warga di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, mulai menjadi sorotan dua media penyiaran dan cetak terbesar di Sumatera Selatan, TVRI Sumsel dan Tribun Sumsel, dijadwalkan besok (06/06/26 turun bersama ke lapangan untuk melakukan Liputan Khusus (Lipsus) mendalam di sejumlah titik krusial.
Fokus utama lipsus ini adalah menelusuri kerusakan parah di sepanjang Sungai Pait. Limbah batu bara yang diduga kuat berasal dari aktivitas penambangan PT Pama Persada Nusantara disinyalir telah merusak ekosistem sungai dan melumpuhkan lahan perkebunan produktif milik warga di bantaran sungai pait sekaligus dugaan penggusuran lahan milik warga.
Tak hanya isu lingkungan, tim jurnalis juga akan menginvestigasi kondisi infrastruktur vital di area tersebut. Salah satunya adalah terowongan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang kini dilaporkan dalam kondisi menggantung akibat abrasi ekstrem dan aktivitas penggusuran lahan oleh pihak korporasi.
Wartawan TVRI Sumsel, Aldo, menegaskan bahwa liputan ini bertujuan untuk menyuarakan fakta objektif dari jeritan warga yang selama ini luput dari perhatian.
"Kami turun ke lapangan untuk melihat langsung fakta di lapangan. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan larut tanpa solusi. Masyarakat butuh kejelasan, dan lingkungan hidup yang rusak harus dipertanggungjawabkan," ujar Aldo, Jum'at (05/06/26).
Senada dengan hal tersebut, wartawan Tribun Sumsel, Ehdi Amin, mengungkapkan bahwa investigasi bersama ini akan mengupas tuntas dampak sosial dan ekologis yang terjadi di Desa Gunung Kembang.
"Dampak yang dirasakan warga sudah sangat masif, mulai dari hilangnya mata pencaharian hingga ancaman keselamatan infrastruktur publik seperti terowongan kereta api. Melalui lipsus ini, kita ingin membuka tabir polemik ini secara transparan agar pihak terkait segera mengambil tindakan tegas," pungkas Ehdi. (Fry)

Post a Comment