Operasi Senyap KPK di Muara Enim, Sejumlah Pejabat Dikabarkan Diamankan, Ruang Kerja Bupati hingga Dinas Pendidikan Disegel
MUARA ENIM, SS.CO.ID – Aktivitas pemerintahan di Kabupaten Muara Enim mendadak menjadi sorotan setelah tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyegelan terhadap sejumlah ruangan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Senin (8/6/2026).
Penyegelan dilakukan di sedikitnya delapan ruangan yang tersebar di Kantor Bupati dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim. Selain itu, Rumah Dinas Bupati Muara Enim juga turut dipasangi tanda penyegelan oleh lembaga antirasuah tersebut.
Di Kantor Bupati, ruangan yang disegel meliputi Ruang Kerja Bupati, Ruang Tunggu Bupati, serta Ruang Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Muara Enim.
Sementara itu, di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, penyidik KPK menyegel lima ruangan, yakni Ruang Sekretaris, Bidang Perencanaan, Bidang Keuangan, Bidang Sarana dan Prasarana, serta Bidang Kebudayaan.
Berdasarkan informasi yang beredar, Bupati Muara Enim H. Edison disebut diamankan dari Rumah Dinas sekitar pukul 15.00 WIB sebelum dibawa menuju Palembang dan selanjutnya ke Jakarta. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari KPK yang membenarkan informasi tersebut.
Ironisnya, pada pagi hari sebelum rangkaian penyegelan berlangsung, Bupati Edison masih terlihat memimpin apel bulanan sekaligus kegiatan kick-off program pemerintah daerah.
Dari informasi yang dihimpun, tim KPK yang datang ke Muara Enim berjumlah belasan orang dan terbagi dalam dua kelompok. Mereka bergerak menggunakan beberapa kendaraan operasional serta mendapat pengawalan dari personel Polres Muara Enim.
Sekitar pukul 14.00 WIB, salah satu tim melakukan penyegelan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pada waktu yang hampir bersamaan, tim lainnya melakukan tindakan serupa di Ruang Kerja Bupati, Ruang Tunggu Bupati, serta Rumah Dinas Bupati Muara Enim.
Tak berhenti di situ, sekitar pukul 15.54 WIB, penyidik KPK kembali mendatangi Kantor Pemkab Muara Enim untuk melakukan penyegelan terhadap Ruang Kerja Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan.
Sebelumnya juga beredar kabar bahwa Rusdi Hairullah, yang saat ini menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Muara Enim sekaligus mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abi Nurwardani, telah lebih dahulu diamankan oleh penyidik KPK.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait operasi yang dilakukan di Muara Enim, termasuk dugaan perkara yang sedang ditangani maupun status pihak-pihak yang disebut telah diamankan.
Perkembangan kasus ini masih terus dinantikan publik, mengingat penyegelan dilakukan terhadap sejumlah fasilitas penting yang berkaitan dengan roda pemerintahan daerah. (KLT)

Post a Comment