Di Balik Deru Rig, Ekonomi Daerah Ikut Bergerak

Deru rig di Lapangan Benuang tak hanya menghasilkan energi untuk negeri. Di balik aktivitas pengeboran, roda ekonomi masyarakat ikut bergerak melalui penyerapan tenaga kerja, jasa transportasi, katering, hingga peluang usaha lokal yang tumbuh bersama industri hulu migas.

S
aat mentari pagi mulai menyapa bumi dengan senyuman hangatnya, kendaraan operasional silih berganti memasuki kawasan Lapangan Benuang di Kabupaten PALI, Sumatera Selatan. Bersama para pekerja migas, tampak pula warga sekitar yang beraktivitas seperti biasa. Ada yang bekerja sebagai sopir, petugas keamanan, teknisi, hingga penyedia katering untuk kebutuhan para pekerja di lapangan.

Pemandangan itu menunjukkan bahwa aktivitas hulu minyak dan gas bumi (migas) bukan hanya soal memproduksi energi. Di balik deru mesin dan menara pengeboran yang menjulang, ada banyak  peluang ekonomi yang ikut tumbuh bersama keberadaan industri ini.

Hampir setiap hari, roda ekonomi berputar di sekitar wilayah operasi Pertamina EP Adera Field.

Warung makan ramai dikunjungi pekerja, jasa transportasi lokal mendapat tambahan pelanggan, sementara pelaku usaha kecil memperoleh penghasilan dari kebutuhan operasional yang terus berjalan.

Inilah yang sering disebut sebagai efek berganda atau multiplier effect industri hulu migas. Ketika satu proyek migas berjalan, manfaatnya tidak berhenti di sumur produksi. Dampaknya ikut dirasakan oleh masyarakat, pelaku usaha, hingga daerah tempat industri tersebut beroperasi.

Sumur BNG-069 dan Bukti Keberhasilan Inovasi

Salah satu contohnya terlihat dari penerapan metode batch drilling di Lapangan Benuang. Lewat metode ini, beberapa sumur dapat dikerjakan dari satu lokasi menggunakan satu rig tanpa  perlu bongkar pasang peralatan berulang kali setiap kali berpindah sumur.

Bagi kalangan industri, cara kerja ini terbukti lebih efisien. Namun bagi masyarakat sekitar, manfaatnya jauh lebih luas. Operasi yang berjalan lebih efektif membuat aktivitas proyek tetap terjaga, sehingga kebutuhan tenaga kerja, jasa transportasi, logistik, hingga penyedia makanan dan minuman juga terus berjalan.

Di balik setiap barel minyak yang diproduksi, ada cerita tentang kesempatan kerja, usaha lokal yang berkembang, dan ekonomi daerah yang terus berputar. Lapangan Benuang menunjukkan bagaimana hulu migas menjadi penggerak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Pada 2 September 2025, Sumur BNG-069 atau BNG-D16 resmi berproduksi dengan capaian awal 2.045 barel minyak per hari dan 5,238 juta kaki kubik gas per hari. Hasil tersebut menjadi salah satu bukti keberhasilan penerapan batch drilling di Adera Field.

General Manager Zona 4, Djudjuwanto, mengatakan pencapaian itu lahir dari kerja sama banyak pihak yang berani mencoba cara kerja yang lebih efektif.

"Ini bukan hanya tentang angka, tetapi bagaimana kita bisa bekerja  lebih efektif, lebih aman, dan memberikan manfaat yang lebih luas," ujarnya.

Efisiensi yang Menggerakkan Ekonomi Lokal

Penerapan batch drilling berhasil menghemat sekitar 15 persen biaya pengeboran atau hampir USD 5 juta. Waktu pengerjaan juga bisa dipangkas hingga 66 hari dibandingkan metode pengeboran konvensional. Efisiensi itu memberi ruang bagi perusahaan  untuk mengoptimalkan program pengeboran berikutnya. Dampaknya, aktivitas ekonomi yang bergantung pada kegiatan migas tetap bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Tidak sedikit warga yang terlibat dalam aktivitas pendukung operasi migas. Mulai dari pengemudi kendaraan operasional, tenaga konstruksi, petugas keamanan, penyedia katering, hingga pelaku usaha kecil yang memasok berbagai kebutuhan di lapangan.

Selain berdampak pada ekonomi, batch drilling juga membawa manfaat dari sisi keselamatan kerja dan lingkungan. Karena seluruh pekerjaan dilakukan dalam satu area, mobilisasi alat berat menjadi lebih sedikit. Risiko kecelakaan saat pemindahan peralatan pun dapat ditekan.

Dari sisi lingkungan, kebutuhan pembukaan lahan baru juga berkurang.

Dengan demikian, jejak lingkungan yang ditinggalkan menjadi lebih kecil dibandingkan metode pengeboran yang dilakukan di banyak lokasi terpisah.

Dampak Positif bagi Para Pekerja

Perubahan metode kerja ini juga dirasakan langsung oleh para pekerja di lapangan. Koordinasi antarbagian menjadi lebih mudah, sementara waktu untuk melakukan  evaluasi teknis menjadi lebih leluasa.

Salah seorang drilling engineer muda di Adera Field mengaku ritme kerja kini terasa lebih teratur dibandingkan sebelumnya.

"Kami jadi punya waktu untuk melakukan evaluasi teknis yang lebih dalam. Dulu semuanya terasa dikejar waktu, sekarang pekerjaan jadi lebih fokus dan hasilnya lebih maksimal," ujarnya.

Menurutnya, perubahan tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuat proses pembelajaran bagi para pekerja menjadi lebih baik. Mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk memahami setiap tahapan pekerjaan secara detail dan  memperkuat koordinasi dengan tim lain.

Keberhasilan penerapan batch drilling ini bahkan menarik perhatian manajemen Pertamina.

Pada akhir September 2025, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, bersama jajaran manajemen hulu datang langsung ke Lapangan Benuang untuk melihat implementasi inovasi tersebut.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza hadir di Adera Field untuk memastikan implementasi batch drilling berjalan optimal dan berkelanjutan.

Dalam kunjungan itu, Oki menyaksikan bagaimana metode batch drilling diterapkan dan mampu memberikan hasil yang signifikan bagi operasi migas.

"Batch drilling adalah strategi cerdas dalam menghadapi tantangan produksi migas. Dengan cara ini, kita bisa menekan biaya sekaligus mempercepat produksi tanpa mengorbankan aspek HSSE," kata Oki.

Menurutnya, inovasi seperti ini menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Di tengah tantangan industri energi  yang terus berubah, peningkatan efisiensi dan produktivitas lapangan migas dalam negeri menjadi langkah strategis untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia.

Hingga Oktober 2025, empat dari lima sumur yang dikerjakan melalui metode batch drilling telah berproduksi dengan total produksi mencapai 3.388 barel minyak per hari. Angka tersebut melampaui target awal yang telah ditetapkan.

Manfaat Nyata di Balik Angka Produksi

Namun keberhasilan ini tidak hanya berbicara soal produksi. Di balik angka-angka tersebut, ada manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kesempatan  kerja tetap terbuka, usaha-usaha lokal terus bergerak, dan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah operasi tetap hidup.

Lapangan Benuang, Kabupaten PALI. Tempat inovasi batch drilling meningkatkan produksi sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dari energi untuk negeri hingga peluang ekonomi bagi warga sekitar, efek berganda migas terus mengalir.

Dari Lapangan Benuang, batch drilling membuktikan bahwa inovasi tidak hanya menghasilkan efisiensi dan peningkatan produksi.

Lebih dari itu, inovasi juga mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Karena, setiap barel minyak yang dihasilkan bukan hanya soal energi. Di baliknya ada cerita tentang pekerja yang terus belajar, pelaku usaha yang mendapatkan peluang, serta  masyarakat yang ikut merasakan manfaat dari keberadaan industri hulu migas.

Di situlah efek berganda migas benar-benar terasa, mengalir dari lapangan operasi hingga ke kehidupan masyarakat sehari-hari. (Nald)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.