Aspirasi Warga Ditindaklanjuti, Komisi III DPRD Lahat Besok Jadwalkan Kunjungan ke Sungai Pait
LAHAT, SS – Penantian panjang warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Lahat, atas lingkungan mereka yang kian memprihatinkan tampaknya mulai memasuki babak baru.
Setelah melayangkan surat pengaduan resmi, masyarakat kini menyatakan siap menyambut hangat kedatangan para anggota dewan yang berjanji akan turun langsung melihat kondisi Sungai Pait yang diduga kuat tercemar oleh aktivitas penambangan batu bara.
Sorotan tajam warga kini mengarah pada PT Pama Persada Nusantara, raksasa kontraktor pertambangan yang beroperasi sebagai sub-kontraktor dari PT Bukit Asam (PT BA).
Aktivitas pengerukan emas hitam di kawasan tersebut dituding menjadi hulu dari rusaknya ekosistem air yang selama ini menopang kehidupan warga sekitar.
Mul, salah satu perwakilan warga yang merasakan langsung dampak buruk pencemaran ini, mengungkapkan bahwa masyarakat sudah berada di titik jenuh. Baginya, kehadiran wakil rakyat bukan lagi sekadar kunjungan kerja seremonial, melainkan sebuah pertaruhan nasib bagi ruang hidup mereka yang kian terhimpit limbahan tambang.
Mul menambahkan, meskipun pihak PTBA telah melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Gunung Kembang untuk menormalisasi Sungai Pait, warga tetap berharap DPRD Lahat ikut mengawal proses tersebut hingga tuntas. Terutama, terkait tuntutan ganti rugi lahan warga yang mengalami erosi akibat dampak aktivitas tambang.
"Surat resmi sudah kami layangkan, dan warga di sini sudah sangat siap menyambut kunjungan para wakil rakyat. Kami ingin mereka melihat sendiri, mencium sendiri, bagaimana kondisi air yang harus kami hadapi sehari-hari. Kami tidak butuh janji di atas kertas, yang kami tunggu adalah solusi nyata dan ketegasan," ujar Mul,Kamis (11/06/26).
Gayung pun bersambut. Jeritan warga di beranda bumi Seganti Setungguan ini akhirnya menembus dinding parlemen.
Ketua Komisi III DPRD Lahat, Eva Lili Susanti, saat dikonfirmasi langsung menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan telah menjadwalkan langkah taktis untuk merespons laporan tersebut.
Eva menyatakan bahwa besok, Senin tanggal 14 Juni dia bersama seluruh rombongan Komisi III DPRD Lahat telah mengagendakan kunjungan lapangan ke Sungai Pait pada Senin mendatang.
"Langkah ini diambil guna melakukan verifikasi langsung, melihat kecocokan antara aduan masyarakat dengan realita lingkungan yang terjadi di wilayah tersebut," terang Eva.
Kunjungan awal pekan depan ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi serta tindakan konkret bagi masa depan lingkungan di Sungai Pait.
Sementara itu, Kepala Desa Gunung Kembang, Edi Suparno, menyambut baik rencana kunjungan Komisi III DPRD Lahat ke lokasi Sungai Pait. Menurutnya, kehadiran para legislator sangat penting agar kondisi yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat dilihat secara langsung dan ditindaklanjuti secara serius.
Edi mengatakan, selama ini warga tidak hanya mengeluhkan perubahan warna dan kualitas air sungai, tetapi juga dampak lanjutan berupa erosi lahan di sepanjang bantaran Sungai Pait yang terus mengancam lahan milik masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari Komisi III DPRD Lahat yang telah menjadwalkan kunjungan ke Sungai Pait. Harapan kami, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, akan ada langkah konkret yang dapat memberikan kepastian bagi masyarakat," ujar Edi.
Ia menjelaskan, pihak pemerintah desa juga terus berupaya menjembatani komunikasi antara warga dengan perusahaan agar persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara baik dan transparan.(Red)

Post a Comment