Polres Lahat Rangkul PKK! Bersinergi Lawan Narkoba


LAHAT, SUMSEL – Tidak ingin generasi muda terjerumus dalam lembah hitam narkotika, Polres Lahat mengambil langkah taktis dengan merangkul Tim Penggerak PKK Kabupaten Lahat. Sinergi ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepakatan (MoU) pencegahan bahaya narkoba, Kamis (21/5/2026), di Pendopoan Bupati Lahat.

​Kolaborasi ini menjadi alarm keras bagi para pengedar narkoba di wilayah Lahat bahwa kepolisian dan elemen masyarakat kini bergerak satu frekuensi untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika hingga ke akar rumput.

​Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa operasi penegakan hukum saja tidak cukup. Dibutuhkan peran keluarga sebagai benteng pertahanan terakhir.

​"Kami tidak hanya bicara soal penangkapan, tapi soal pencegahan. Keluarga adalah lini terdepan. Jika di dalam rumah sudah kuat, pengaruh narkoba tidak akan bisa masuk. Dengan menggandeng PKK, edukasi ini akan langsung menyentuh para ibu yang merupakan sosok sentral dalam menjaga anak-anak kita," tegas AKBP Novi Edyanto.

​Ketua PKK Kabupaten Lahat, Ir. Sri Meliana Bursah, menyatakan siap mengerahkan seluruh jajaran PKK dari tingkat kabupaten hingga desa untuk mensosialisasikan bahaya narkoba.

​"Kami tidak akan diam. Peran ibu adalah menjaga masa depan bangsa. Sinergi ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, tapi komitmen nyata untuk memastikan setiap rumah di Lahat menjadi zona bebas narkoba," ujar Sri Meliana dengan penuh semangat.

​Bupati Lahat, H. Bursah Zarnubi, S.E., menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini. Baginya, ancaman narkoba sudah sampai pada titik yang membahayakan masa depan daerah.

​"Ini langkah progresif. Saya dukung penuh Polres Lahat dan PKK. Narkoba adalah musuh bersama yang harus kita lawan dengan kekompakan. Harapan saya, kerja sama ini mampu menciptakan gerakan masif yang membuat siapa pun takut untuk mendekati narkoba di Lahat," tegas Bupati.

​Acara yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda ini tidak hanya seremonial, tetapi langsung ditindaklanjuti dengan diskusi strategis mengenai pola edukasi yang efektif di tingkat masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan efek gentar (deterrent effect) bagi pengedar sekaligus memberikan pemahaman komprehensif bagi warga untuk berani menolak narkoba. (Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.