Hulu Migas Tak Sekadar Produksi Energi, Tapi Juga Menggerakkan Ekonomi Rakyat
TANGERANG, SS.CO.ID -- Industri hulu migas tak hanya menampilkan teknologi dan inovasi energi, tetapi juga menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat dan kelompok disabilitas melalui pengembangan UMKM binaan. Hal itu terlihat di booth SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 yang berlangsung 20-22 Mei 2026.
Dalam ajang tersebut, produk unggulan UMKM binaan dipamerkan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan perluasan pasar usaha lokal.
| Manager CSR PHE Elvina Winda Sagala, Manager CID PHR Regional 1 Sumatra Iwan Ridwan Faizal, Senior Officer CID Zona 1 Winda Damelia |
Salah satu program pemberdayaan yang turut diperkenalkan dalam IPA Convex 2026 adalah Inklusi Coffee, kedai kopi binaan Pertamina melalui Pertamina EP Rantau Field dan Pertamina Hulu Rokan. Kedai kopi yang beroperasi di Rumah Kreatif Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang itu memberdayakan penyandang disabilitas agar mampu bekerja dan berwirausaha secara mandiri.
Melalui program tersebut, penyandang disabilitas diberikan pelatihan keterampilan sebagai barista hingga pengelolaan operasional kafe. Pertamina juga memberikan dukungan berupa modal usaha dan fasilitas penunjang agar usaha yang dijalankan memiliki kualitas setara dengan kafe komersial.
Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal mengatakan, mayoritas program pemberdayaan Pertamina Hulu Rokan (PHR) berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pelatihan, sertifikasi, penataan usaha hingga pembentukan kelembagaan.
| Lewat program Inklusi Coffee, penyandang disabilitas dibekali keterampilan hingga dukungan usaha agar mampu mandiri dan naik kelas. |
“Setiap kelompok binaan memiliki kondisi dan kemampuan awal yang berbeda. Karena itu pembinaan dilakukan bertahap agar UMKM mampu berkembang dan naik kelas,” ujarnya di sela IPA Convex 2026.
Ia menyebut hasil pembinaan mulai menunjukkan capaian positif. Salah satu UMKM binaan di Riau bahkan berhasil menembus pasar Malaysia. PHR bersama Pertamina Group juga rutin menggelar program pembinaan seperti UMK Award untuk meningkatkan kualitas produk, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran.
Selain itu, Pertamina memiliki platform pemasaran digital yang menjadi etalase produk UMKM binaan dari seluruh Indonesia. Menurut Iwan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari omzet, tetapi juga peningkatan profit dan kemandirian usaha.
“Kalau profit meningkat dan mereka bisa berjalan sendiri tanpa bantuan penuh dari kami, berarti sudah mandiri,” katanya.
| Booth SKK Migas bersama KKKS di IPA Convex 2026 menjadi bukti bahwa industri migas turut berperan dalam penguatan ekonomi masyarakat. |
Sementara itu, Manager CSR PHE, Elvina Winda Sagala menegaskan kehadiran booth SKK Migas dan Pertamina di IPA Convex 2026 menjadi bukti bahwa bisnis operasi migas berjalan selaras dengan pertumbuhan masyarakat sekitar wilayah operasi.
“Kita ingin menunjukkan bahwa bisnis operasi migas yang dikelola Pertamina sangat selaras dan harmonis dengan pertumbuhan masyarakat. Jadi bisnis operasi kita bukan berjalan sendiri, tetapi juga mengangkat masyarakat untuk tumbuh bersama perusahaan,” ujar Elvina.
Ia menambahkan, program pemberdayaan diprioritaskan bagi masyarakat ring 1 atau wilayah terdekat dengan area operasi perusahaan. Menurutnya, masyarakat sekitar area operasi merupakan pihak yang paling terdampak sehingga menjadi prioritas dalam pelaksanaan program CSR. Melalui partisipasi di IPA Convex 2026, UMKM binaan juga mendapatkan kesempatan memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang kerja sama baru.
“Harapannya para mitra binaan punya exposure lebih besar, bertemu jaringan bisnis, peluang pasar, dan calon partner sehingga membuka peluang pertumbuhan usaha yang lebih baik,” tutupnya.

Post a Comment