Dampingi Suami Jalani Rawat Inap, Marlin Akui JKN Sangat Membantu
PRABUMULIH, SS.CO.ID -- Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan semakin banyak dirasakan dampak positifnya di tengah masyarakat. Hal tersebut dirasakan oleh Marlin Hanasa (41) yang merupakan warga Kabupaten Muara Enim.
Marlin tampak setia menemani sang suami yang sedang menjalani perawatan di ruang rawat inap di Rumah Sakit A.R Bunda Kota Prabumulih. Marlin menceritakan, sang suami, Ali, kembali harus menjalani rawat inap setelah kondisi tekanan darahnya naik drastis pada malam Minggu. Sekitar pukul 02.00 dini hari, Ali mengalami sesak napas dan kondisinya cukup mengkhawatirkan.
“Semalam pas berangkat suami saya sesak, jadi cepat-cepat dibawa tengah malam, kami langsung membawanya ke IGD Rumah Sakit A.R Bunda Prabumulih tanpa menggunakan surat rujukan,” ungkap Marlin pada Senin (12/01).
Marlin mengatakan tekanan darah suaminya sempat mencapai angka 200 dan tidak kunjung turun. Setelah mendapat penanganan medis, sekitar pukul 07.00 pagi kondisi tekanan darahnya mulai membaik hingga berada di angka 150.
“Ini merupakan keempat kalinya suami saya menjalani rawat inap akibat hipertensi. Sebelum ini, Ia dirawat selama lima hari pada November 2025. Seluruh biaya pengobatan selama menjalani rawat inap ditanggung melalui Program JKN,” Tuturnya
Suaminya sendiri diketahui telah menderita penyakit darah tinggi sejak usia 40 tahunan dan rutin mengkonsumsi obat. Obat-obatan yang dibutuhkan juga ditanggung melalui Program JKN
Marlin yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga menjelaskan bahwa kepesertaan JKN suaminya sempat nonaktif, syukurnya saat menjalani perawatan di rumah sakit, pihak rumah sakit tetap memberikan kesempatan selama tiga hari untuk mengurus kembali keaktifan kepesertaan JKN suaminya.
“Diminta untuk segera diurus, Alhamdulillah semua persyaratannya sudah dibawa dan akan segera diurus,” ujar Marlin.
Sebagai peserta JKN, Marlin merasa pelayanan yang diberikan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Rumah Sakit tidak berbelit-belit. Pasien tetap mendapatkan penanganan sesuai kondisi medis yang dialami.
“Menurut saya pelayanannya tidak ribet, tidak banyak ini dan itu. Waktu di FKTP, kalau masih sanggup ditangani pasti ditangani dulu, kalau tidak sanggup baru dirujuk. Saya merasa tidak dihambat-hambat,” ungkap Marlin.
Selama menggunakan JKN untuk menjalani pengobatan sang suami, Marlin mengaku tidak merasa dibeda-bedakan. Ia menilai pelayanan dokter maupun perawat sudah baik. Bahkan dirinya juga pernah merasakan manfaat JKN untuk menjalani rawat inap dikarenakan sakit Maag dan memperoleh Pelayanan yang juga baik. Marlin merasa sangat terbantu dengan adanya program JKN.
“Bagi saya yang penting pelayanannya baik dan kita diperhatikan itu sudah bagus. Alhamdulillah tidak ada keluhan,” tutup Marlin.
Post a Comment