Jadi Sorotan, Komisi III DPRD Prabumulih Kritik Kualitas Pembangunan Gerbang Kota


PRABUMULIH, SS.CO.ID
-- Pembangunan gerbang kota yang seharusnya menjadi ikon dan wajah Kota Prabumulih justru menuai sorotan tajam dari Komisi III DPRD Prabumulih. Proyek yang dikerjakan oleh pihak ketiga itu diduga dikerjakan secara asal-asalan, minim pengawasan, serta tidak mempertimbangkan aspek keselamatan pengguna jalan.

Sorotan ini muncul setelah Komisi III DPRD Prabumulih secara tidak sengaja melintas di lokasi pembangunan gerbang kota dan melihat secara langsung kondisi fisik bangunan yang dinilai janggal dan berpotensi membahayakan, Kamis sore, (22/1/2026).

Pantauan awak media di lapangan menunjukkan adanya perbedaan mencolok antara penampakan gerbang kota sebelum mengalami kerusakan dengan hasil pembangunan setelahnya.

Gerbang kota yang sebelumnya terlihat kokoh, kini tampak mengalami perubahan desain dan konstruksi yang dinilai tidak sesuai standar teknis.

Diketahui, gerbang kota tersebut sempat mengalami kerusakan setelah ditabrak kendaraan angkutan berat milik pihak ketiga saat masih dalam tahap pengerjaan. Meski tanggung jawab perbaikan berada di pihak kontraktor, namun hasil pengerjaan ulang justru menimbulkan kekhawatiran baru.

Ketua Komisi III DPRD Prabumulih, Nicko Adha Prananta, SE, tidak menampik adanya sejumlah temuan di lapangan saat dikonfirmasi awak media, Kamis, (22/1/2026).

“Pemasangan lengkungan melingkar di atas coran itu hanya menggunakan dynabolt dan diperkuat dengan labrang. Secara teknis, kami menilai hal tersebut tidak aman dan berpotensi membahayakan pengendara yang melintas di bawahnya,” ujar Nicko.

Menurutnya, metode pemasangan tersebut sangat rawan, mengingat gerbang kota berada di jalur lalu lintas yang cukup padat dan dilalui kendaraan besar.

Tak hanya soal konstruksi, Nicko juga menyoroti perubahan desain gerbang kota yang dinilai jauh berbeda dari kondisi awal sebelum mengalami kerusakan.

“Secara desain juga sangat berbeda dari penampakan gerbang kota sebelum hancur. Padahal, gerbang kota ini merupakan ikon Prabumulih yang seharusnya dibangun dengan kualitas dan perencanaan yang matang,” tambahnya.

Merespons temuan tersebut, Komisi III DPRD Prabumulih langsung mengambil langkah cepat dengan memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Prabumulih untuk turun langsung ke lokasi melakukan pengecekan.

Dari hasil pengecekan dan koordinasi di lapangan, Komisi III DPRD Prabumulih memperoleh informasi bahwa pembangunan gerbang kota tersebut belum memenuhi standar teknis sebagaimana mestinya. Bahkan, disebutkan tidak adanya koordinasi yang jelas antara pihak pelaksana proyek dengan Dinas PUPR Prabumulih dalam proses pengerjaannya.

Kondisi ini semakin menguatkan dugaan lemahnya pengawasan terhadap proyek pembangunan yang menggunakan fasilitas publik dan berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.

“Pengerjaan gerbang kota ini kami nilai sangat disayangkan. Sebagai ikon Kota Prabumulih, seharusnya dikerjakan secara profesional, diawasi dengan ketat, dan yang paling penting mengutamakan keselamatan masyarakat,” tegas Nicko.

Ia juga menekankan bahwa Komisi III DPRD Prabumulih akan terus mengawal permasalahan ini dan meminta pihak terkait untuk bertanggung jawab serta melakukan perbaikan sesuai standar teknis yang berlaku.

“Keselamatan masyarakat adalah hal utama. Jangan sampai pembangunan yang seharusnya memperindah kota justru menjadi ancaman bagi warga,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.