Sekda Sumsel Ajak TPID Kabupaten/Kota Kendalikan Inflasi


PALEMBANG, SS.CO.ID
– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Drs. H. Edward Candra, M.H., menekankan pentingnya peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kabupaten/kota dalam mengendalikan inflasi di Sumsel. Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) dan capacity building TPID se-Sumsel di Hotel Novotel Palembang, Rabu (9/7/2025).

Rakor yang dihadiri oleh para kepala daerah se-Sumsel ini bertujuan memperkuat koordinasi dan kapasitas kelembagaan TPID dalam menghadapi tantangan inflasi yang dinamis, khususnya menjelang akhir tahun. Kegiatan ini juga mencakup High Level Meeting TPID yang akan dipimpin langsung oleh Gubernur Sumsel.

Sekda Edward memaparkan data inflasi Sumsel pada Juni 2025 yang tercatat 0,08% (mtm) dan 2,44% (yoy). Meskipun masih dalam batas aman target nasional (2,5% ±1%), angka ini menempatkan Sumsel sebagai daerah dengan inflasi tertinggi pertama di Pulau Sumatera dan kedelapan secara nasional. Komoditas penyumbang inflasi utama antara lain emas perhiasan, beras, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan tomat (yoy), serta beras, daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, dan telur ayam ras (mtm).

Para narasumber, termasuk Kepala BPS Sumsel, Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel, dan perwakilan Kemenko Perekonomian, memberikan pemaparan mengenai perkembangan inflasi, proyeksi cuaca, dan strategi pengendalian inflasi nasional. Mereka menekankan pentingnya optimalisasi program nasional dan daerah untuk menekan laju inflasi.

Sekda Edward berharap TPID kabupaten/kota lebih proaktif mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah inflasi di daerah masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya antisipasi terhadap potensi lonjakan harga menjelang akhir tahun. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Duddy Adiya, menambahkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Sumsel tinggi, Sumsel tetap rentan terhadap cuaca ekstrem yang dapat mempengaruhi pasokan dan harga pangan.

Rakor ini diharapkan menjadi momentum bagi TPID se-Sumsel untuk meningkatkan sinergi dan efektivitas dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di Provinsi Sumatera Selatan. Dengan koordinasi yang kuat dan kapasitas kelembagaan yang terbangun, diharapkan inflasi di Sumsel dapat dikendalikan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.