Kasus DBD Sudah Ada yang Meninggal, Vogging Nyamuk Aedes Aegypti Harus Segera Dilakukan

Foto hanya ilustrasi

LAHAT, SS - Mulai merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD)yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti membuat warga Kota Lahat meminta pihak terkait untuk segera melakukan vogging. Bahkan  DBD ini sendiri sudah ditemukan kasus yang meninggal dunia.

"Kita khawatir jika tidak dilakukan dengan penanganan vogging maka penyebaran nyamuk aedes aegypti semakin meluas," tutur Hafis salah seorang warga Kota Lahat, Rabu (09/02/22). 

Dia juga mengungkapkan, jika kurang lebih 2 minggu yang lalu salah seorang warga di Kota Lahat meninggal dunia karena di DBD.

" Kita mulai dihantui penyebaran nyamuk aedes aegypty ini. Sebelum penyebarannya semakin meluas kita berharap penanganannya segera dilakukan," Pintanya.

Sementara itu, Kadinkes Lahat, Taufik M Putra, M. Kes saat dikonfirmasi terkait persoalan ini akan segera melakukan upaya penanggulangan DBD.

Selain upaya penanggulangan, Kadinkes menghimbau kepada masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih serta diperlukan peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan.

"Oleh karena itu, program 3M perlu dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun, khususnya saat musim penghujan tiba. Program tersebut meliputi menguras dengan membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain,menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sejenisnya  dan mengubur atau memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah," Imbaunya. (Fry)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.