Ini Dia Curhatan Pedagang Gorengan dan IRT Lantaran Terjadinya Kelangkaan Migor

Foto hanya ilustrasi (net) 

LAHAT, SS - Terjadinya kelangkaan minyak goreng (migor) yang terjadi kurang lebih 2 pekan ini membuat sejumlah pedagang gorengan dan ibu rumah tangga (IRT)di Kota Lahat mengaku gundah gulana. 

Tidak sedikit dari pedagang dan IRT ini mencurahkan isi hatinya agar kelangkaan migor ini segera teratasi. 

Salah seorang pedagang gorengan yang biasa mangkal dikawasan Jalan H Burlian, Kota Lahat, mengaku sudah pusing mencari migor disejumlah warung dan swalayan. Dia sendiri tak habis pikir, komoditas yang sehari -hari ditemui di dapur ini bisa terjadi kelangkaan. 

" Minyak goreng pun bisa langkah, mungkin besok - besok bisa jadi beras yang langkah. Bagaimana kita pedagang kecil ini mau berjualan. Apa mau direbus atau dipanggang gorengan kita,"celetuk salah seorang pedagang gorengan yang namanya enggan dipublikasikan ini, Selasa (15/02/22). 

Sama halnya yang dialami Yun, salah seorang IRT Kota Lahat. Dia mengaku, sejak kelangkaan migor ini, terpaksa minyak bekas pun menjadi alternatif untuk menggoreng. 

"Jaman makin sulit jadi tambah sulit, alangke susahnyo cari migor ini. Kalau pun ado hargonyo mahal pulo," ujarnya. (Fry) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.