Header Ads

Warga Tolak Uang Dari Perusahaan Tambang Lantaran Tak Sebanding Dengan Kerusakan Akibat Banjir Lumpur


LAHAT, SS - Warga Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Lahat, mengembalikan uang dari pemberian PT. MAS. Uang itu diterima warga melalui salah seorang perangkat desa.

Warga sendiri mengaku bingung, uang yang diterima itu sebagai uang untuk apa. Anehnya lagi, uang tersebut hanya diberikan kepada 4 orang kepala keluarga (KK).

"Uang itu dititipkan dengan istri saya sebesar Rp 1 juta. Dan istri saya mendapatkan pesan jangan ngomong dengan siapa pun," ungkap Supran salah seorang warga Desa Muara Maung yang menerima uang titipan itu.

Menurut Supran, jika uang itu untuk kompensasi dampak banjir lumpur yang sudah merendam rumah warga dan merusak perkebunan dibantaran Sungai Kungkilan, maka uang itu lanjut Supran tidak sebanding dengan kerugian yang diderita warga.

"Jadi saya bersama ketiga warga lainnya mengembalikan uang itu langsung ke Kantor PT. MAS. Sudah satu tahun ini pihak perusahaan sama sekali tak peduli dengan limbah cair bercampur lumpur yang telah mencemari Sungai Kungkilan dan merusak perkebunan warga," ungkapnya.

Senada disampaikan Sulas, dia mengaku turut mengembalikan uang itu kepada perwakilan dari pihak perusahaan. Sulas juga merasa bingung uang yang diterimanya itu uang untuk apa.

"Saya bingung ini uang apa, saya tak mau mencederai perjuangan warga desa untuk menuntuk hak - hak yang belum dipenuhi sebesar Rp. 2,3 milyar dari pihak perusahaan, akibat banjir lumpur bercampur limbah cair yang sudah merusak habitat sungai Kungkilan dan merusak perkebunan yang merupakan sumber mata pencarian warga desa," pungkasnya.

Sementara itu, Sahwan, Ketua Aktivis Lingkungan Hidup Anak Padi, juga mempertanyakan uang titipan dari pihak perusahaan yang diberikan kepada empat orang warga Desa Muara Maung.

" Itu uang apa, Ada 36 KK yang mengalami dampak dari pencemaran Sungai Kungkilan. Dan anehnya, uang itu diberikan secara diam - diam. Kalau itu uang THR mengapa hanya empat orang saja yang diberikan bukan untuk seluruh warga Desa Muara Maung," beber Sahwan seraya mengatakan sudah merencanakan bersama warga untuk datang ke DLH Lahat terkait luapan banjir lumpur yang kembali merendam rumah - rumah warga. (Fry)




No comments

Powered by Blogger.