Akibat Irigasi Jebol, 50 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

LAHAT, SS - Sawah milik para petani di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Tebat, Lahat, terancam gagal panen. Hal itu dikarenakan irigasi yang mengaliri persawahan milik mereka jebol, akibat tanah kering di musim kemarau terkena guyuran hujan deras sehari mengakibatkan tanah amblas.

Sehingga kurang lebih 50 hektar sawah yang berada di persawahan atahan Curup Ganam tidak dapat lagi teraliri air dari irigasi. Padahal tanaman padi yang baru berumur satu bulan itu sangat membutuhkan air.

Amir Mahmud selaku tokoh masyarakat desa mengungkapkan, bencana yang melanda desanya terjadi akibat hujan turun seharian yang mengakibatkan tanah amblas karena terkikis oleh air hujan.

“Hujan yang turun deras kemarin membuat tanah kering karena kemarau panjang menjadi amblas, akibatnya 50 hektar sawah milik petani disini tidak dapat suplai air dari saluran irigasi,” ungkapnya, Jum’at (27/09/2019).

Dirinya pun berharap, agar pihak terkait dapat merespon keluhan warga desa yang sawahnya bakal kekeringan hingga gagal panen karena pohon padi yang baru ditanam mati karena tak teraliri air.

“Saya berharap kepada pihak pemerintah daerah dan juga Anggota DPRD Kota Lahat Dapil 3 yang baru, dapat memperhatikan musibah yang kami hadapi saat ini,” harapnya.

Senada, Kepala Desa Tanjung Baru, Mucktar mengharapkan perhatian dari pemerintah agar cepat tanggap dalam musibah yang dialami masyarakat desanya.

“Kami selaku pemerintahan desa berharap agar mendapat perhatian dari pemkab. Untuk saat ini kami bergotong royong mencoba memperbaiki irigasi dengan alat seadanya,” pungkasnya.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.