Pesona Keindahan Objek Wisata Air Terjun Dayang Rindu Napal Carik
MUARA ENIM, SS - Pesona keindahan objek Air Terjun Dayang Rindu Napal Carik membuat para penggunjung rindu untuk datang kembali kesana. Lokasi wisata yang terletak di Desa Muara Emil Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim itu memiliki berbagai macam pesona yang bisa ditemui.
Selama perjalanan ke lokasi tersebut tersaji keindahan pemandangan alam yang melewati tempat pemakaman Puyang Matauh yang merupakan salah satu puyang (pendahulu) dari tiga puyang pendiri Desa Muara Emil.
Setelah itu, perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki sampai ke Sungai Emil. Dimana rasa lelah sedikit terobati oleh keindahan sungai dengan gemericik air mengalir, beriak-riak dan dengan kejernihannya menapaki bebatuan yang tersusun secara bertingkat.
“Cocok buat lokasi wisata keluarga maupun tim organisasi, pemerintahan ataupun para pemuda. Dengan keindahan objek wisata Air Terjun Dayang Rindu Napal Carik ini membuat salah satu artis ibukota Jakarta dari grup komedian Bajaj, Malky menyempatkan diri untuk melakukan touring wisata dengan berkendaraan bermotor pada di tahun 2018 lalu. Ia bersama keluarganya dari ibukota untuk berlibur menghadiri pernikahan keluarga besar dari Bapaknya, yang asli warga Desa Muara Emil ini,” ujar Kades Muara Emil, Hazairin, Senin (21/1)
Hazairin berharap agar pemerintah kabupaten dan maupun pihak steakholder yang ada untuk dapat membangun jalan cor beton di lokasi objek wisata Air Terjun Dayang Rindu Napal Carik ini, sehingga dapat mempermudah bagi pengunjung untuk sampai ke lokasi air terjun tersebut dengan menggunakan kendaraan bermotor maupun kendaraan mobil.
"Untuk kondisi saat ini sangat memprihatinkan, karena di bulan ini sering terjadi curah hujan yang sangat deras yang membuat tanah-tanah yang ada menjadi lonsor, kendaran yang mengangkut durian pun harus menggunakan ban kendaran yang telah dimodifikasi dengan rantai,” ungkapnya.
Sementara Subari, salah satu pengusaha durian yang juga pemilik kebun durian di sekitar objek wisata Napal Carik Air Terjun tersebut menjelaskan, Air Terjun Napal Carik ini sangat cocok untuk melakukan kegiatan perkemahan dan kegiatan lintas alam serta touring motor trail.
“Selain itu, di lokasi obyek wisata air terjun tersebut bisa kita jumpai berbagai macam hasil bumi seperti perkebunan karet, perkebunan kopi, perkebunan lada, perkebuan duku dan paling banyak di jumpai perkebunan durian. Apa lagi di musim bulan Desember dan Januari ini, dilokasi tersebut menjadi tempat pemburuan durian dari berbagai daerah baik dari Kabupaten Muara Enim maupun dari luar kota,” kata Subari.
Sedangkan menurut penuturan Yasmarudin, salah satu tokoh masyarakat Desa Muara Emil. Dia mengungkapkan, bahwa berdasarkan cerita para puyang (pendahulu), salah seorang Sultan Palembang meminta kepada seluruh masyarakat desa terutama yang berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari Sembilan untuk mengumpulkan telur yang akan digunakan sebagai perekat pembangunan benteng pertahanan.
Dalam perjalanan pengumpulan telur, Sultan melihat banyak gadis-gadis desa yang cantik dan berniat mempersunting salah satunya sebagai istri. Setelah para prajurit dan hulubalang mengumpulkan para gadis tidak satupun yang cocok, sampai akhirnya Sultan menemukan sebuah bangki emas yang hanyut ke sungai dan memerintahkan prajuritnya untuk mencari pemilik bangki emas tersebut.
Setelah ditelusuri, ternyata pemilik bangki emas tersebut adalah anak gadis Kerio Carang. Sultan pun menyampaikan keinginannya untuk meminang tetapi ditolak oleh Kerio Carang dan putrinya.
Merasa ditolak, Sultan pun marah dan sempat terjadi perkelahian tetapi ternyata Kerio Carang dan putrinya memiliki kesaktian dan lolos dari tangkapan Sultan. Dalam pelariannya, putri Kerio Carang bersembunyi di dalam hutan di Desa Muara Emil tepatnya di lokasi Air Terjun Napal Carik. Karena merasa kesepian di dalam hutan, maka sesekali ia keluar ke desa sehingga kecantikannya dikenal luas oleh masyarakat.
Dalam kesepiannya di tempat persembunyian, putri Kerio Carang tersebut sering menangis dan pulang menemui orang tuanya. Akhirnya Kerio Carang menemui tiga puyang di Muara Emil yaitu Puyang Tanjung, Matauh dan Dusun Ilir untuk memberikan nama kepada putrinya supaya tidak menangis lagi.
Dari ketiga puyang tersebut hanya puyang Dusun Ilir yang mampu memberikan nama yang dapat menghentikan tangisan puti Kerio Carang yaitu diberi nama Putri Dayang Rindu. Konon apabila pengunjung mengunjungi Air Terjun Napal Carik, maka jangan berkomunikasi dengan bahasa Palembang, karena apabila dilanggar hujan akan turun.
“Hal tersebut dikarenakan Putri Dayang Rindu yang bersembunyi di Air Terjun Napal Carik sangat benci dengan Sultan Palembang. Untuk membuktikan kebenaran mitos tersebut maka silahkan berkunjung ke Air Terjun Napal Carik," pungkasnya.(KLT)

Post a Comment