Polres Muara Enim Bukber dengan Ulama dan Insan Pers di Masjid Al-Hikmah

MUARA ENIM,  SS - Dalam suasana Ramadhan 1438 H yang sudah memasuki hari ketujuh, keluarga besar Polres Muara Enim bersama Bhayangkara mengajak Alim Ulama dan Insan Pers Kabupaten Muara Enim buka bersama di Masjid Al-Hikmah  Polres Muara Enim, Jum'at (2/6).

Dalam sambutannya Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP  mengatakan, dalam bulan suci Ramadhan ini agar Allah SWT memberikan kekuatan kepada kami untuk menjalankan tugas sebagai aparat keamanan sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Karena di bulan suci Ramadhan merupakan tugas kami selaku aparat keamanan agar kenyaman dan ketentram masyarakat tetap aman dan konsdusif sesuai dengan harapan kita semua. Semoga dengan adanya acara ini Allah SWT dapat memberikan manfaat, dan safaatnya kepada kita semua yang hadir disini dan memberikan kekuatan iman kepada kami dalam menjalankan tugas serta yang berkumpul disini mendapat barokah dari Allah SWT," ujarnya. 

Suasana makin khusuk pada saat Ustad H Taupik Hidayat SAg memberikan pencerahan agama di Masjid Al-Hikmah tersebut. Dalam siraman rohaninya, Ustadz Taufik menyampaikan bahwa bersyukur adalah hal yang paling mudah diucapkan, tetapi bersukur itu tidak mudah untuk dirasakan, karena bersukur itu adalah apabila apa yang kita dapatkan tersebut kita sudah merasakan puas.

"Amal itu ada dua yang perlu kita hayati, pertama amal dunia dan amal akhirat. Amal Dunia adalah jika kita melakukan perbuatan baik kepada sesama, namun kita tidak merasakan kedekatan diri kita kepada Allah. Hal itu yang perlu diingat oleh kita semua, begitu juga sebaliknya. Sedangkan Amal Akhirat adalah apabila kita merasa diri kita sudah dekat dengan Allah dan kita sudah menjalankan ibadah dengan baik sesuai dengan perintahnya," ungkapnya Ustad Taufik.

Lanjutnya lagi, bahwa puasa di bulan Ramadhan itu melatih diri kita untuk mau meninggalkan kehendak diri, ego kita dan mengikuti kehendak Allah SWT.

"Artinya kita menjalankan apa yang diperintah dan dilarang olehnya, karena Allah tidak mungkin dekati kita, selagi kita masih menjalankan kehendak diri kita itu. Perlu diketahui bahwa puasa dibulan Ramadhan ini yaitu kita perang melawan hawa nafsu. Perang ini lebih berat atau hebat dari perang badar dan perang merebut kemerdekaan, itulah tantangan kita. Jadi kita kuatkan iman dan taqwa kita agar kita tetap bertahan melawan godaan tersebut," pungkasnya.(Kalvin)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.