Pemkab Muara Enim Sosialisasi Gerakan Layanan Sanitasi Berkelanjutan

MUARA ENIM, SS - Dalam rangka untuk pencapaian target universal 100 air bersih dipemukiman kumuh dan 100 sanitasi layak, Pemkab Muara Enim gelar sosialisasi program Amnesti Tanki Saptik Bocor di ruang rapat Bappeda Muara Enim, Selasa (9/5).

Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para konsultan Urban Sanitation Development Program (DSDP) Bappenas RI yang hadir Muara Enim dalam penyusunan arah kebijakan pembangunan sanitasi khususnya.

Ia berharap dengan kegiatan ini masyarakat dapat paham tentang pengelolaan air. "Diharapkan dengan adanya program ini agar dapat menambah peningkatan dan pemahaman masyarakat tentang pengelolahan air limbah sehingga tercapai lingkungan yang bersih sesuai dengan visi Kabupaten Muara Enim Sehat Mandiri Agamis dan Sejahtera (SMAS)," ujarnya.

Ditegaskan Muzakir, bahwa program amnesti tanki saptik bocor yang dilakukan saat ini bagian dari 16 urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemprov. Demikian pula halnya menjadi kewajiban pemkab, oleh karena itu sanitasi harus di jadikan prioritas pembangunan. 

"Di tahun 2015 akses sanitasi layak di Kabupaten Muara Enim baru mencapai 77.72 persen dengan laju pertumbuhan akses pertahun 1,90 persen. Angka ini sudah di atas angka akses sanitasi layak Provinsi Sumsel sebesar 61,30 persen. Sementara target di tahun 2019 adalah 88 persen, sehingga masih ada gap sebesar 22,73 persen. Oleh karena itu harus di upayakan percepatan pembangunan sanitasi untuk mencapai akses universal di tahun 2019," papar Muzakir.

Lanjutnya lagi, melalui sosialisasi ini juga kepemilikan jamban dan tanki septik akan di data. "Diupayakan sosialisasi ini akan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tanki saptik yang aman dan adanya data kepemilikan jamban sehat serta tangki septik yang bocor," pungkasnya.(her)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.