Siswa SD Tewas Tenggelam Saat Kegiatan Renang di Sindur Water Park
PRABUMULIH – Kegiatan ekstrakurikuler renang yang diikuti siswa SD Alam Prabumulih di Sindur Water Park, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, berujung duka.
Seorang siswa kelas IV berinisial RAM (10), meninggal dunia setelah ditemukan tenggelam saat mengikuti kegiatan renang pada Rabu (7/10/2026).
Korban sempat dievakuasi dan dibawa ke RSUD Prabumulih untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kepolisian, kegiatan renang tersebut merupakan program belajar tahunan sekolah yang dilaksanakan sebanyak empat kali dalam satu semester.
Pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, sebanyak 32 siswa bersama empat guru pendamping tiba di Sindur Water Park menggunakan kendaraan yang telah disediakan pihak sekolah.
Setibanya di lokasi, para siswa mengikuti kegiatan renang dan pengambilan nilai. Sekitar pukul 09.00 WIB, guru dan pengawas mengajak siswa beristirahat dan makan.
Setelah itu, sebagian siswa kembali melakukan aktivitas berenang.
Menurut keterangan kepolisian, korban kemudian berenang di kolam dewasa dengan kedalaman sekitar 130 hingga 170 sentimeter. Korban yang diduga tidak mampu berenang kemudian masuk ke bagian kolam yang lebih dalam dan tenggelam.
Seorang siswa yang melihat korban kemudian berusaha menolong dan membawa korban ke pinggir kolam. Pertolongan pertama dilakukan sebelum korban dibawa oleh pihak guru dan pengawas ke RSUD Prabumulih.
Korban tiba di IGD RSUD Prabumulih sekitar pukul 10.15 WIB. Berdasarkan pemeriksaan awal pihak rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Sementara itu, pihak SD Alam Prabumulih memiliki kronologi tersendiri terkait pelaksanaan kegiatan.
Kepala SD Alam Prabumulih, Agustin, mengatakan sebelum kegiatan dimulai, para siswa mengikuti pemanasan, briefing, serta mendapatkan arahan mengenai kegiatan dan aturan keselamatan berenang.
Para siswa juga dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok siswa yang bisa berenang dan kelompok siswa yang belum bisa berenang. Masing-masing kelompok berada di bawah pengawasan guru pendamping.
Kegiatan praktik renang dan pengambilan nilai berlangsung sekitar pukul 08.30 hingga 09.30 WIB. Setelah itu, siswa diberikan waktu untuk beristirahat dan makan.
Menurut pihak sekolah, korban diperkirakan pergi ke kolam yang lebih dalam saat waktu istirahat, yang diperuntukkan bagi siswa yang bisa berenang.
Korban kemudian diketahui berada di kolam tersebut sekitar pukul 09.58 WIB. Teman-teman dan pengawas selanjutnya membantu mengevakuasi korban.
Sekitar pukul 10.03 WIB, korban dibawa ke RSUD Prabumulih dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Agustin menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Ia mengatakan pihak sekolah telah mendatangi rumah keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa.
"Ini kejadian di luar dugaan kami. Kami sudah berupaya melakukan pengawasan terhadap anak-anak selama kegiatan berenang," ujar Agustin.
Menurutnya, kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi sekolah, terutama dalam pelaksanaan kegiatan renang dan pengawasan siswa, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Sekolah siap bertanggung jawab atas peristiwa ini," tegasnya.
Sementara itu, saat awak media mendatangi lokasi Sindur Water Park, pengelola tidak berada di tempat karena sedang melayat.
"Pengelolanya tidak ada, sedang melayat," ujar Fitri, salah seorang pekerja di lokasi.
Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto SIK MH MTrMil melalui Kasat Reskrim AKP Jon Kenedi SH MSi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Kasusnya masih dalam penyelidikan dan sejumlah saksi akan kita panggil. Tadi anggota sudah ke TKP dan melakukan olah tempat kejadian," katanya.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara utuh kronologi dan faktor yang menyebabkan siswa tersebut tenggelam.

Post a Comment