Semangat Anak-anak Menjaga Warisan Budaya di Rumah Belajar Sekaa Nguda


OKU
-- Desa Makarti Jaya terberkati dengan potensi generasi muda. Banyak anak-anak dan remaja berbakat tumbuh di desa itu. Namun sayangnya, potensi tersebut belum termanfaatkan dengan baik hingga 2018.

Saat itu, anak-anak muda Makarti Jaya lebih sering menghabiskan waktu usai sekolah dengan nongkrong. Berjam-jam mereka habiskan tanpa kegiatan terarah, baik sekadar duduk-duduk di jalan atau bermain gawai bersama. Tak jarang, hingga larut malam.

Hal itu menjadi keresahan Komang Ngurah Subawa yang saat itu masih berusia 22 tahun. Ia khawatir anak-anak dan remaja Makarti Jaya terjerumus ke kegiatan negatif bila tidak ada wadah untuk menyalurkan kreativitas serta energi muda mereka.


Setelah berdiskusi dengan tokoh masyarakat setempat, Komang memutuskan untuk mendirikan Rumah Belajar Sekaa Nguda. Sekaa Nguda memiliki arti anggota pemuda. Tempat tersebut dibentuk sebagai pusat pembelajaran kreatif dan budaya Hindu Bali di Desa Makarti Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan. Sebagai informasi, desa ini sebagian penduduknya merupakan keturunan transmigran asal Bali pada program transmigrasi pemerintah puluhan tahun silam.

Di Rumah Belajar Sekaa Nguda, pemudi diajarkan tari-tarian persembahan di Pura, seperti Tari Rejang Dewa. Sementara itu, pemuda diajarkan untuk mendalami seni gamelan. Kisaran usia anggotanya SMP dan SMA.

Semangat Komang memberi dampak positif bagi lingkungan ini mengundang ketertarikan Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering pada 2023. Perusahaan migas itu memberi dukungan berupa perbaikan alat-alat seni, pengadaan seragam untuk anggota, hingga pengadaan peralatan lainnya. Perusahaan juga memberi pelatihan kewirausahaan agar Rumah Belajar Sekaa Nguda bisa menjadi wadah pelestarian budaya yang bisa memberi manfaat ekonomi bagi anggotanya.


Bermodalkan dukungan tersebut, Komang dan kawan-kawan mulai melebarkan sayap Rumah Belajar Sekaa Nguda. Mereka membuka pendaftaran bagi anak-anak usia 8-12 tahun secara gratis. Sekitar 20 orang anak bergabung. Anak-anak itu masuk dalam kelompok bernama Sekaa Rare yang berarti anggota anak-anak.

Dengan dukungan PHE Ogan Komering, Rumah Belajar Sekaa Nguda juga menghadirkan berbagai kegiatan pengembangan kerajinan tangan, pelatihan kewirausahaan kreatif, pelestarian seni dan budaya lokal, serta pendampingan pemasaran produk kreatif. “Sekarang mereka sudah jarang nongkrong tak terarah karena ada wadah latihan tari dan gamelan seminggu tiga kali," ucap Komang.

Anak-anak dan remaja itu tidak hanya mempelajari dan berlatih seni budaya. Mereka mempraktikan ilmu tersebut melalui sejumlah pentas, baik di Pura ataupun kegiatan masyarakat. Rumah Belajar Sekaa Nguda juga telah menggelar festival budaya sebanyak empat kali yang bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar.


Bila ada kegiatan keagamaan di Pura, anggota Rumah Belajar Sekaa Nguda tampil secara sukarela. Namun, mereka mendapatkan fee yang akan masuk ke kas pura dan kas anggota untuk keperluan bersama.

Komang Muliawan Purnawan, orang tua Gede Tinggal Astawe, benar  merasakan manfaat adanya Rumah Belajar ini. “Anak saya menjadi lebih mengenal budaya leluluhurnya. Dia juga dapat memanfaatkan waktu luang setelah jam sekolah untuk kegiatan yang lebih positif baik untuk mengasah mental, kedisiplinan dan tanggung jawab," ujarnya.

Kegigihan Komang untuk memberi dampak bagi lingkungannya menginspirasi PHE Ogan Komering. Perusahaan memberikan dukungan terhadap inisiatif Komang sebagai bentuk komitmen tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi. "Melalui program ini, PHE Ogan Komering ingin menciptakan ruang bagi anak-anak dan remaja untuk bisa mengembangkan potensi diri sekaligus melestarikan budaya. Perusahaan berharap bisa menularkan semangat Komang ke wilayah lain," ujar Manager Community Involvement and Development Pertamina Hulu Rokan Iwan Ridwan Faizal.

*‎Tentang PHR Zona 4*
PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.

‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.  PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.