Kemarau Panjang, Pemkot Prabumulih Gelar Salat Istisqa: Berdoa agar Hujan Segera Turun
PRABUMULIH, SS.CO.ID – Kemarau panjang yang melanda Kota Prabumulih mulai dirasakan masyarakat. Persoalan ketersediaan air bersih hingga terganggunya sejumlah aktivitas warga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih menggelar Salat Istisqa atau salat memohon hujan di halaman Kantor Pemkot Prabumulih, Senin (31/8/2026) pagi.
Salat Istisqa yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu diikuti Wali Kota Prabumulih H Arkan bersama jajaran Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga para pegawai Pemkot Prabumulih.
Turut hadir Ketua DPRD Prabumulih H Deni Victoria SH MSi, Wakil Wali Kota Franky Nasril SKom MM, Danyonzipur 2/SG, Kajari Prabumulih Asvera Primadona SH MH, Danramil, Kepala BPS Prabumulih Jupni Amnes SE MM, Kakan Kemenag H M Makki serta Ketua MUI Prabumulih Drs H M Amin SAg MM.
Sejumlah unsur TNI-Polri dan jajaran pemerintah daerah juga tampak hadir, di antaranya Kasat Samapta, Dansubdenpom Lettu CPM Yanuar Rahmat SH, Katim Pasis Sesko Brigjen TNI Edy R, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, lurah dan kepala desa.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib Salat Istisqa, Ketua MUI Kota Prabumulih Drs H M Amin SAg MM.
Wali Kota Prabumulih H Arlan mengatakan Salat Istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual pemerintah bersama masyarakat dalam menghadapi kemarau panjang yang mulai berdampak terhadap kehidupan warga.
Menurutnya, kondisi kekeringan tidak hanya berkaitan dengan sulitnya memperoleh air, tetapi juga dapat menghambat berbagai aktivitas masyarakat.
“Salat Istisqa ini tindak lanjut kita menyikapi kemarau panjang yang memberikan dampak, terutama ketidaktersediaan air bersih dan aktivitas masyarakat yang mengalami kendala,” kata Arkan.
Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya menunggu hujan turun. Berbagai langkah konkret harus tetap dilakukan untuk mengurangi dampak kemarau yang dirasakan masyarakat.
“Sebagai Pemkot Prabumulih, kita tidak boleh berpangku tangan,” tegasnya.
Cak Arlan menyampaikan Pemkot Prabumulih terus melakukan sejumlah upaya, termasuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat serta melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah tersebut, lanjutnya, akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan, khususnya wilayah yang masyarakatnya paling terdampak kekeringan.
Namun, di samping berbagai upaya tersebut, Arkan menilai diperlukan pula ikhtiar secara spiritual. Karena itu, pemerintah bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT.
“Melalui Salat Istisqa ini kita memohon doa agar hujan segera turun. Ini bagian dari usaha dan ikhtiar kita,” ujarnya.
Ia berharap hujan yang nantinya turun tidak sekadar mengakhiri kemarau, tetapi juga membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Prabumulih.
“Semoga segera turun hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat. Ini sebagai bentuk ibadah dan doa agar apa yang kita mohonkan dikabulkan,” harapnya.
Walikota juga menyebut Salat Istisqa menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri. Menurutnya, kondisi tersebut hendaknya mendorong semua pihak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa dan memohon ampun atas segala kekhilafan.
Di sisi lain, Pemkot Prabumulih memastikan penanganan dampak kemarau akan terus dilakukan. Koordinasi antarinstansi akan diperkuat agar masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih dapat segera dibantu.
“Kita terus berkoordinasi dan mengambil langkah nyata menghadapi kondisi ini. Kita bantu masyarakat yang paling terdampak,” katanya.
Selain persoalan air bersih, Wali Kota juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Warga diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan dan bersama-sama menjaga lingkungan.
Masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air serta menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia agar dapat dimanfaatkan secara optimal selama musim kemarau.
“Semoga turun hujan, membasahi Kota Nanas ini,” pungkasnya.
Usai sambutan Wali Kota, kegiatan dilanjutkan dengan Salat Istisqa yang berlangsung khidmat. Rangkaian kegiatan kemudian diteruskan dengan khotbah dan doa bersama, memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan serta memberikan keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat Kota Prabumulih.


Post a Comment