Herman Deru Bangga Perkembangan Rumah Tahfidz di Sumsel, Lebih dari 5.000 Telah Berdiri


PALEMBANG
– Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengaku bangga sekaligus terharu melihat pesatnya perkembangan pendidikan Al-Quran di Sumatera Selatan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Khotmul Quran dan Imtihan Akbar Angkatan III Tartil, Tahfidz, dan Turjuman Metode Ummi yang digelar Ummi Palembang di Grand Ballroom Golden Sriwijaya, Jumat (15/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan santri dari berbagai rumah tahfidz dan lembaga pendidikan Al-Quran di Sumsel. Selain menjadi ajang wisuda bagi para peserta yang telah menyelesaikan tahapan pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat semangat mencetak generasi Qurani di daerah.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengaku teringat salah satu program yang digagasnya sejak periode pertama memimpin Sumsel, yakni program satu desa satu rumah tahfidz. Saat itu, ia mengaku tidak menyangka program tersebut akan berkembang begitu pesat dan mendapat sambutan luas dari masyarakat.

“Melihat kegiatan seperti ini tentu membuat saya terharu. Dulu ketika program satu desa satu rumah tahfidz diluncurkan, saya berharap masyarakat bisa menerimanya. Alhamdulillah sekarang perkembangannya luar biasa,” ujarnya.

Menurut Herman Deru, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari dukungan para ustaz, pengelola rumah tahfidz, tokoh agama, serta masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan Al-Quran.

Ia menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir jumlah rumah tahfidz di Sumsel terus bertambah hingga mencapai lebih dari 5.000 unit yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Baginya, capaian tersebut bukan sekadar bertambahnya jumlah bangunan atau lembaga pendidikan, tetapi menjadi bukti tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan agama bagi generasi muda.

“Rumah tahfidz bukan hanya tempat belajar membaca dan menghafal Al-Quran. Di dalamnya ada proses pembentukan karakter, akhlak, dan nilai-nilai keislaman yang sangat penting bagi anak-anak kita,” katanya.

Herman Deru juga menyinggung prestasi Sumatera Selatan di bidang tilawah dan pembinaan Al-Quran. Ia mengingatkan bahwa Sumsel pernah menembus 10 besar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional pada 2006 dan kembali meraih capaian serupa pada 2022.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan Al-Quran di Sumsel berjalan ke arah yang positif dan perlu terus diperkuat.

Pada kesempatan itu, Herman Deru mengajak para orang tua untuk mendukung anak-anak yang memilih mendalami ilmu Al-Quran. Ia menilai para penghafal Al-Quran memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai moral dan keagamaan di tengah derasnya arus perubahan zaman.

“Jangan ragu dan jangan minder jika anak memilih belajar Al-Quran. Justru kita harus bangga karena mereka sedang mempersiapkan diri menjadi generasi yang memiliki ilmu dan akhlak yang baik,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para peserta yang telah menyelesaikan pendidikan agar terus mengamalkan dan menyebarkan ilmu yang diperoleh kepada lingkungan sekitar.

Sementara itu, Ketua Panitia Munaqosyah dan Khotmul Quran Akbar Metode Ummi, Maliki Utama Putra, mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan.

Tahun ini, sebanyak 149 peserta dari berbagai rumah tahfidz dan lembaga pendidikan Al-Quran di Sumsel dinyatakan lulus setelah mengikuti rangkaian pembelajaran dan evaluasi sesuai standar Metode Ummi.

Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat untuk memberikan pendidikan Al-Quran kepada anak-anak mereka.

Di akhir sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga, terutama seorang ibu. Ia menyebut ibu sebagai madrasah pertama yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter dan kebiasaan anak sejak usia dini.

“Peran ibu sangat besar dalam menentukan arah pendidikan anak. Dari rumah lahir generasi yang cerdas, berakhlak, dan mencintai Al-Quran,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.