Sultan Muda XporA 2026, Ajang Anak Muda Sumsel Menembus Pasar Global
PALEMBANG – Semangat kewirausahaan anak muda Sumatera Selatan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Hal itu terlihat dalam kegiatan Sultan Muda XporA 2026 yang digelar di Kantor Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Selatan, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan yang menggabungkan semangat kewirausahaan, ekspor, dan literasi keuangan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Dalam kesempatan itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja yang mampu membawa produk daerah menembus pasar internasional.
Menurut Herman Deru, perkembangan komunitas Sultan Muda atau Sumsel Pertanian Mandiri dan Wirausaha Muda menunjukkan bahwa anak muda Sumsel memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Saat ini, lebih dari 9.000 anggota Sultan Muda tercatat aktif menjalankan berbagai usaha produktif, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perdagangan hingga industri kreatif.
“Anak muda harus punya keberanian untuk memulai dan terus mengembangkan usaha. Kalau bisnis sudah menjadi minat dan passion, maka akan muncul kreativitas dan kerja keras yang lebih besar,” kata Herman Deru.
Ia menilai kondisi ekonomi Sumsel yang terus tumbuh menjadi peluang bagi generasi muda untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal. Berdasarkan data yang disampaikan, pertumbuhan ekonomi Sumsel mencapai 5,35 persen secara tahunan, angka yang menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih bergerak positif.
Karena itu, Herman Deru berharap para pengusaha muda yang telah berhasil membangun usahanya dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya.
“Jangan berhenti setelah sukses membangun usaha sendiri. Jadilah contoh dan motivasi bagi generasi berikutnya agar semakin banyak pengusaha dan eksportir lahir dari Sumsel,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, mengatakan pihaknya siap mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan muda melalui peningkatan literasi keuangan, akses pembiayaan, serta pemanfaatan sistem pembayaran digital.
Menurutnya, keberadaan ribuan anggota Sultan Muda menjadi modal besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah jika terus dibina dan difasilitasi secara berkelanjutan.
“Ekosistem usaha yang kuat harus didukung dengan pemahaman keuangan yang baik. Karena itu OJK akan terus hadir mendampingi para pelaku usaha muda agar dapat berkembang lebih cepat,” katanya.
Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah pelepasan ekspor produk turunan kelapa ke pasar internasional dengan nilai mencapai Rp1,6 miliar. Pelepasan ekspor itu menjadi bukti bahwa komoditas unggulan Sumsel tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi mulai memberikan nilai tambah melalui proses hilirisasi.
Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Hernawan Bakti Sasongko, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dan OJK dalam memperkuat sektor usaha dan ekspor.
Menurutnya, peningkatan ekspor menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat perlu terus diperkuat.
Melalui Sultan Muda XporA 2026, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda yang berani masuk ke dunia usaha, mengembangkan produk unggulan daerah, dan membawa nama Sumatera Selatan ke pasar global. Bukan hanya sebagai pengusaha lokal, tetapi sebagai pelaku bisnis yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Post a Comment