Walikota Tinjau Ponpes Al Furqon, Serahkan Bantuan untuk Santri Terdampak Kebakaran
PRABUMULIH, SS.CO.ID -- Pemerintah Kota Prabumulih bergerak cepat memberikan bantuan kepada korban musibah kebakaran yang melanda asrama putra Pondok Pesantren Al Furqon, Kelurahan Tanjung Rambang, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Minggu pagi, (15/3/2026)
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Prabumulih bersama jajaran pemerintah daerah sekitar pukul 10.00 WIB sebagai bentuk kepedulian terhadap para santri yang terdampak kebakaran.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Prabumulih melalui Dinas Sosial dan BPBD Kota Prabumulih menyalurkan berbagai bantuan, di antaranya uang tunai sebesar Rp2 juta, beras, mie instan, makanan siap saji, roti, selimut, perlengkapan mandi serta berbagai kebutuhan sandang lainnya.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh pimpinan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al Furqon, Srimulyono, yang menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Prabumulih terhadap para santri yang terdampak musibah.
Kepala Dinas Sosial Kota Prabumulih, Drs. A. Heriyanto, MM, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban para korban kebakaran.
“Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Sosial bersama BPBD langsung turun menyalurkan bantuan darurat bagi para santri yang terdampak kebakaran. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit membantu kebutuhan mereka untuk sementara waktu,” ujar Heriyanto.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau kondisi para santri dan pihak pondok pesantren untuk memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi pasca musibah tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Prabumulih, H Arlan dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa kebakaran yang terjadi di asrama putra Pondok Pesantren Al Furqon. Ia berharap para santri tetap diberikan ketabahan serta proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat.
“Kami turut prihatin atas musibah ini. Pemerintah hadir untuk membantu dan memastikan para santri tetap mendapatkan perhatian serta dukungan,” ungkapnya.
Peristiwa kebakaran yang melanda asrama putra pondok pesantren tersebut sebelumnya menyebabkan sejumlah fasilitas tempat tinggal santri mengalami kerusakan, sehingga bantuan darurat sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan para penghuni asrama.

Post a Comment