Walikota Prabumulih Resmikan RM Seruit Rindu, Rasa Lama yang Kini Hidup Kembali


PRABUMULIH, SS.CO.ID
-- Di Jalan Sudirman Prabumulih - Palembang, tepatnya di Kelurahan Sindur, Kecamatan Cambai, sebuah bangunan yang dulu dikenal sebagai RM Pondok Burung kini berdenyut kembali. Bukan sekadar berganti nama, tetapi menghadirkan rasa baru atau tepatnya, rasa lama yang dirindukan.

Selasa siang, 13 Januari 2026, aroma pindang dan sambal seruit menyeruak dari dapur. Bukan hanya menggoda perut, tetapi juga menghadirkan suasana akrab, seperti pulang ke rumah setelah lama merantau. Hari itu, rumah makan ini resmi dibuka dan diresmikan langsung oleh Wali Kota Prabumulih, H Arlan, yang akrab disapa Cak Arlan.

“Ini luar biasa,” ujar Cak Arlan sambil tersenyum, usai mencicipi hidangan.

Ia sengaja mengajak jajaran OPD untuk ikut merasakan langsung sajian khas daerah tersebut. Harapannya sederhana: bila cocok, mereka akan kembali dan tempat ini akan hidup bersama masyarakat.

Bagi Pemerintah Kota Prabumulih, kehadiran RM Seruit Rindu bukan hanya soal kuliner. Ini tentang denyut ekonomi lokal, ruang berkumpul, dan identitas Kota Nanas yang terus tumbuh.

Di balik berdirinya RM Seruit Rindu, ada kisah keberanian mencoba hal baru. Doni dan Irma, dua anak muda yang sebelumnya dikenal sebagai pelaku usaha EO wedding, memutuskan merambah dunia kuliner. Sebuah lompatan yang tak kecil, namun penuh keyakinan.

“Mereka ingin punya usaha yang lebih dekat dengan masyarakat, yang bisa dinikmati semua kalangan,” tutur Oktabri Khairullah SH, atau Fian, perwakilan keluarga sekaligus paman dari Doni dan Irma, sambil menyebutkan, harga makanan disajikan relatif terjangkau.

Sebagai pensiunan PNS, Fian menyebut pembukaan RM Seruit Rindu sebagai bentuk rasa syukur keluarga. Baginya, usaha ini bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga menjaga warisan rasa.

“Silakan nikmati. Ada aneka pindang, dan sambal seruit khas kami. Ini rasa daerah, rasa yang membesarkan kita,” katanya.

Seruit bukan sekadar sambal. Ia adalah simbol kebersamaan. Di banyak daerah Sumatera Selatan dan Lampung, seruit selalu hadir saat keluarga berkumpul pedas, segar, dan apa adanya.

Di RM Seruit Rindu, filosofi itu dipertahankan. Ikan segar, bumbu sederhana, dan sambal yang dibuat tanpa tergesa-gesa. Semua disajikan untuk dinikmati bersama, bukan sendirian.

Tak heran jika sejak hari pertama, meja-meja di rumah makan ini dipenuhi obrolan hangat. Ada tawa pejabat, cerita pegawai, hingga harapan pemilik usaha yang pelan-pelan mulai terwujud.

Hadirnya RM Seruit Rindu menambah daftar destinasi kuliner di Prabumulih. Namun lebih dari itu, ia menawarkan sesuatu yang tak selalu bisa ditemukan di menu rasa rindu.

Di kota yang terus bergerak, RM Seruit Rindu hadir sebagai pengingat: kadang, kebahagiaan cukup ditemukan di sepiring pindang dan sambal seruit, disantap bersama orang-orang terdekat.

Dan di sudut Jalan Sudirman itu, rindu akhirnya menemukan tempat pulang.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.