Debu Angkutan Batu Bara Kian Tebal Kotori Jalan, Warga Mengaku Kompensasi Dampak Debu Hanya Terima Beras 5 Kilo Gram, Itu Pun Sudah Lama
LAHAT, SS - Keluh kesah warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Lahat, kembali diungkapkan. Kompensasi dampak debu yang seharusnya mereka terima berupa uang ternyata hanya beras sebanyak 5 kilo gram yang mereka terima, itu pun sudah lama sekali.
Hari ini, Selasa (07/06/22) warga Desa Gunung Kembang yang tinggal dipinggir jalan Lintas Sumatera di areal PLTU kembali protes, pasalnya debu batu bara akibat angkutan dump truk baru bara masih mengotori jalan sepanjang lebih kurang 100 meter dari simpang PLTU Banjar Sari.
Is (47) warga Desa Gunung Kembang mengaku, debu yang mengotori jalan ini berasal dari angkutan batu bara dari sejumlah perusahaan. Hal itu kata Is sudah lama terjadi.
" Pikirkanlah kami yang tinggal di pinggir jalan ini, jalan sudah berdebu, kompensasinya hanya kita terima beras 5 kilo gram. Itu pun sudah lama sekali," ungkapnya.
Disampaikan Is, akibat debu yang mengotori jalan ini sudah ada yang mengalami kecelakaan bermotor.
"Subuh tadi sudah ada korban kecelakaan bermotor saat melintasi jalan ini," pungkasnya.
Sementara itu Kades Gunung Kembang, Edi Suparno, meminta transportir angkutan baru bara memastikan mobil yang keluar harus sudah bersih dari tambang termasuk pemasangan terpal penutup harus rapi.
Selain itu, muatan dump truk lanjut Edi Suparno, jangan overlude atau melebihi kapasitas.
"Ini himbauan yang saya berikan kepada transportir batu bara agar tidak terjadi polemik berkepanjangan di masyarakat," pintanya.(Fry)

Post a Comment