Bupati Lahat Hadiri Undangan Presiden Jokowi
PAGARALAM, SS - Usai melakukan ground breaking proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), Presiden RI Joko Widodo juga menuju kota Pagaralam terletak di provinsi Sumatra selatan
Jokowi didampingi Gubernur Sumsel H. Herman Deru tiba Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim, sekitar pukul 11.10 WIB.
Kunjungan ke Pasar juga di lakukan Jokowi saat memberikan Apresiasi kepada Kota Pagaralam sebagai kota Energi Hijau pertama di Indonesia . Presiden Jokowi didampingi Gubernur Sumsel H Herman Deru berkesempatan menyapa para pedagang di kawasan Pasar Dempo Kota Pagar Alam.
Kehadiran orang nomor 1 di Indonesia tersebut disambut antusias oleh warga dan pedagang yang berjualan dipasar tradisional tersebut.
Dalam kesempatan itu Jokowi juga tak lupa menghimbau pedagang dan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan.
Turut hadir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Bupati Kabupaten Lahat CIK Ujang, SH
Kehadiran Presiden RI Joko Widodo disambut antusias oleh masyarakat Kota Pagar Alam, sejak Presiden turun dari pesawat di Bandara Atung Bungsu, di sepanjang jalan iring-iringan Presiden, hingga Presiden tiba di lokasi acara di Lapangan Merdeka, pantuan awak media di Kota Pagar Alam nampak masyarakat berdiri membuat video iring iringan presiden,
Kedatangan Jokowi ini disambut langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Bupati Lahat, Cik Ujang, SH, Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni, Wakil Walikota Muhammad Fadli beserta Forkopimda Pagar Alam.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengapresiasi Kota Pagar Alam atas pengembangan energi hijau dengan memulai penggunaan listrik dari energi mikrohidro. Presiden pun mendorong pemerintah setempat untuk terus menindaklanjuti penggunaan energi hijau tersebut sehingga Kota Pagar Alam bisa menjadi kota pertama dengan nol emisi.
“Ini akan menjadi kota dengan zero emission yang pertama kalau nanti bisa ditindaklanjuti. Ini baru listrik rumah tangga dan penggunaan listrik yang lainnya, kalau ditindaklanjuti nanti penggunaan kendaraannya listrik, penggunaan mobilnya listrik, Pagar Alam akan menjadi kota yang pertama di Indonesia yang menggunakan energi hijau,” Ujar Jokowi.
Jokowi menambahkan, saat ini semua negara mulai merencanakan menuju ke energi baru terbarukan, baik itu menggunakan energi matahari, hydropower, geotermal, panas bumi, arus bawah laut, panas permukaan laut, maupun angin. Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan tersebut.
Dengan pengembangan energi hijau serta didukung keindahan alamnya, Presiden meyakini seluruh Tanah Air akan melihat keindahan Kota Pagar Alam. Presiden juga menuturkan bahwa pemerintah pusat akan terus mendukung pengembangan energi hijau di Pagar Alam.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan kehadiran Presiden Joko Widodo di Kota Pagar Alam menjadi obat rindu bagi masyarakat tanah besemah. Dimana, di titik yang sama (Lapangan Merdeka) tepatnya pada tahun 1952 atau 70 tahun lalu, Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno pernah menginjakkan kaki di Kota Pagar Alam.
Herman Deru mengatakan, bahwa apresiasi Kota Pagar Alam sebagai Kota Green Energy atau energi hijau ini adalah upaya bersama dari kementerian BUMN, Menteri Investasi dan juga PLN, Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten Kota yang ada.
"Letak pembangkit ini PLTMH awalnya terletak di dua sisi kota Otonomi salah satunya Kota Pagar Alam, dan satunya lagi Kabupaten Lahat. Namun suplai listriknya sebesar 18 MW, 100 persen telah menyuplai Kota Pagar Alam," Jelasnya.
Gubernur menambahkan, Pagar Alam merupakan Kota Pendidikan juga dan Menteri Dalam Negeri sudah menyetujui untuk dibangun Kampus IPDN.
“Kami berharap bapak presiden dapat merestuinya, karena lahan sudah ada serta pendanaan sharing dana provinsi dengan Kota yang tujuannya 5 Provinsi bagian selatan ini akan menempuh pendidikan pemerintahan disini,
Sedangkan Bupati Lahat menyampaikan, Lahat dan Kota Pagaralam adalah satu wilayah sebelum pemekaran menjadi kota pagaralam. Dan Kota Pagaralam merupakan kawasan pertanian serta perkebunan.
"Sangat sejuk mempunyai gunung menjulang tinggi namanya Gunung Dempo , jika Kota pagaralam akan ada kampus IPDN, kami sangat mendukung adanya kampus IPDN di kota pagaralam , semoga ini dapat terealisasi kedepanya," Harap Bupati Lahat.(ADV/Fry)




Post a Comment