Warga Ulak Pandan Minta Bongkar Dalang Gagalnya Pilkades dan Usut Penyimpangan Dana Desa Rp 2.7 Milyar


LAHAT, SS - Ratusan warga Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Lahat, menggelar aksi demo dihalaman Pemkab Lahat. Senin (13/12/21). 

Ratusan warga ini meminta pihak - pihak terkait membongkar dalang di balik gagalnya pilkades Ulak Pandan, pada hari Kamis tanggal 9 Desember lalu, termasuk dugaan penyelewengan dana desa periode 2014 - 2020 sebesar Rp 2.7 milyar. 

Aksi demo yang koordinatori oleh Suria Dinata, Hasairin, Pirsol Hendi dan Jhoni Walker,  meminta Pemda Lahat dan pihak terkait lainnya mengusut tuntas dalang penggagalan Pilkades Ulak Pandan

 “Kami meminta pihak berwajib dalam hal ini kepolisian untuk mencari, mengusut tuntas dan tangkap dalang intimidasi pengancam masyarakat sehingga tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada Pilkades desa Ulak Pandan," Ungkap Jhoni Walker dengan suara lantang, yang pada pilkades kemaren hanya mendapat 60 suara ini. 

Jhoni Walker serta Orator lainnya juga mempertanyakan kinerja Inspektorat Lahat atas dugaan penyelewengan dana CSR pada periode 2014 sd 2019, termasuk akan membuat laporan pidana atas intimidasi pemilih saat pilkades ke Polres Lahat. 

Dalam aksi demo itu juga, terbentang sejumlah spanduk yang bertujuan meminta Pemkab Lahat dan pihak kepolisian mencari dalang intimidasi warga, terselip juga orasi dan spanduk spanduk untuk meminta Pemda Lahat dan juga aparat Penegak Hukum untuk mengusut tuntas korupsi dana CSR Perusahaan yang masuk ke Desa Ulak Pandan dalam kurun waktu tahun 2014 sd 2019

Salah seorang warga yang mengikuti aksi yang enggan di sebut namanya, mengatakan, kasus dana CSR tersebut sudah di laporkan ke Inspektorat Lahat tetapi sampai saat ini tidak ada hasilnya

“Sebagai warga desa, Kami ingin kepastian dari Inspektorat Lahat atas audit dana csr yang masuk ke desa kami serta dugaan penyimpangan dana desa yang mencapai angkat milyaran rupiah, bagaimana hasil auditnya dan bagaimana proses selanjutnya, kalau salah katakan salah kalau tidak katakan tidak, kalau diam ada apa dengan Inspektorat Lahat” katanya.

Setelah warga menyampaikan aksinya, perwakilan aksi yaitu koordinator lapangan Suria Dinata, Hasairin, Pirsol Hendi dan Jhoni Walker serta beberapa tokoh masyarakat ulak pandan di terima di ruang rapat Cahaya 1 oleh asisten 3 dan Inspektorat Kabupaten Lahat.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Lahat,Junisa Rahman, mengatakan atas aksi masyarakat ulak pandan ini, Pemda Lahat akan mempelajari dan menindak lanjutinya melalui Dinas terkait. 

"Sedangkan untuk kasus dugaan penyimpangan dana desa dan CSR, saat ini sedang di dalami oleh Inspektorat, "ungkap dia. (Fry) 











Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.