Bupati Lambar Terjun Langsung untuk Monev COVID 19


LAMBAR, SS
- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus terjun langsung untuk Monitoring dan Evaluasi (Monev) penanganan Covid-19 di Kecamatan Balik Bukit. Mengingat kini Kabupaten Beguwai Jejama tersebut berada pada PPKM level 4 hingga 23 Agustus mendatang.


Monev berlangsung di Gedung Serbaguna Pekon Sebarus tersebut, guna memastikan dan mendengar permasalahan langsung oleh satgas Pekon hingga kecamatan terkait.


“Kehadiran kita di sini untuk mengevaluasi dan mendengar apa yang menjadi permasalahan dibawah, karena penanganan Covid-19 ini harus serius, komprehensif dari hulu hingga hilir,” jelasnya, Jumat (13/8/21).


Diduga permasalahan yang dialami oleh Satgas Pekon hingga kecamatan terkesan kecolongan. Pasalnya, masih banyaknya warga yang tidak mengindahkan kebijakan pemkab setempat, ikhwal masih adanya warga yang tetap menggelar hajatan, sementara gelaran hajatan tersebut jelas dilarang selama diberlakukannya Instruksi Bupati dan Pemberlakuan PPKM yang disandang Lambar mulai dari Level 3 hingga 4 dewasa ini.


“Inilah gunanya satgas covid di Pekon, ada lurah/peratin, bhabinsa, bhabinkamtibmas dan bidan desa. Kalau ada masalah di pekon yang tidak bisa diselesaikan lapor pihak kecamatan, kecamatan lapor kabupaten,” paparnya.


Karena, ditengah permasalahan yang tengah dialami Kata Parosil, kordinasi lintas sektoral merupakan kunci utama untuk menegakan aturan berikut ketegasannya.


Parosil sapaan Parosil Mabsus, sepertinya menampakkan ketegasan, karena Satgas pekon hingga kecamatan merupakan garda terdepan penanganan Covid-19 yang bekerjasama dengan masyarakat. Sementara, fakta dilapangan seakan masyarakat tidak mengindahkan kebijakan yang dibuat dan terkesan fungsi satgas tidak berjalan optimal.


“Saya minta Wakapolres perintahkan tegas kepada Kapolseknya dan Bhabinkamtibmas agar menindak tegas masyarakat yang masih bandel terkait peraturan yang berlaku,” tegasnya.


“Jikalau ada yang prosesi hajatan dan acara yang mengumpulkan banyak orang, segera tindak tegas dan bubarkan, karena ini perintah langsung dari Kapolda,” imbuhnya.


Lintas sektoral seperti Camat, Kapolsek, Danramil, seluruh Lurah/Peratin pun diharapkan Parosil agar mengetahui situasi kondisi satgas kecamatan hingga pekon, bahkan kontroling atas fungsi satgas terkait menjadi perhatian serius.


“Dilihat, apakah satgas sudah berjalan atau belum. Jika belum, tolong diperbaiki dan diefektifkan. Jangan sampai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 ini bertengger terus,” hematnya.


Lanjutnya seraya menambahkan,”terlebih terkait data masyarakatnya yang sedang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman), yang positifnya berapa yang meninggal berapa, semua harus tau,” tambahnya.


Bahkan kata Parosil, satgas harus bisa menganalisa mengapa terkonfirmasi positif covid-19 terus meningkat, tidak mengalami penurunan. Bila didasarkan atas faktor masyarakatnya sulit disadarkan, maka pentingnya ditempuh pendekatan secara persuasif, point dimaksud jelas Parosil merupakan pentingnya evaluasi bagi semua unsur yang terlibat.


“Sekali lagi saya minta seluruh jajaran satgas kecamatan hingga kelurahan/pekon, mari kita bergandengan, bekerja sama, bekerja keras dan semangat,” pintanya.


“Tolong dicamkan lurah maupun peratin, bila satgas covid dan posko di pekon belum dibentuk, segera dibentuk. Beri penjelasan kepada masyarat dan sentuh masyarakatnya,” tukasnya.


Hadir pada kesempatan tersebut, Wabup Lambar Drs. Mad Hasnurin, Wakapolres Lambar Kompol Dwi Santosa, SH., Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Inspektorat, Kepala BPBD, Kepala BPKD, Kadis Koperindag, Kadis Sosial, Kadis Kesehatan, Kadis PMP, Kasat Pol PP, Camat Balik Bukit, Kepala Puskesmas, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas dan seluruh Lurah/Peratin di wilayah Kecamatan Balik Bukit.(yogi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.