PT. PLN UIW S2JB Akan Turunkan Tim Terkait Keluhan Konsumen Atas Pelayanan PLN Lahat


PALEMBANG, SS - Bertempat dikantor PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan Jambi Bengkulu (UIW S2JB) di Palembang telah dilaksanakan audiensi antara YLKI Lahat dan PLN, pada hari Jum'at (04/06/21).

Kedatangan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya disambut hangat General Manager (GM), Bambang Dwiyanto melalui Ahmad Bakri  Manajer  Asset, didampingi Masayu Hamdatul Rovikoh Manajer Pemasaran, Supatmo Injoyo Manajer Customer experience, Kapli Bagian Pemasaran  dan Rosandi Bagian Pemasaran.

Bakri membuka audiensi dengan terlebih dahulu meminta maaf karena seyogyanya GM langsung yang akan hadir, namun dalam waktu bersamaan ada rapat ditempat lain. Selanjutnya dengan memperkenalkan managemen PLN UIW S2JB yang sempat hadir, dan menyambut hangat dan mengapresiasi atas kedatangan Ketua YLKI Lahat, Sanderson Syafei, ST. SH agar komunikasi kedepan terjalin lebih baik.

Selanjutnya Sanderson, mengungkapkan perihal temuan YLKI Lahat di lapangan dan semuanya dijelaskan permasalahan yang ada di PLN UP3 Lahat hingga berlarut- larut, mulai dari Pasang Baru (PB) yang tidak mengikuti prosedur keselamatan ketenagalistrikan sesuai amanat UU, pelayanan Customer Service (CS) yang terkesan diskriminatif, dugaan oknum karyawan yang ikut bisnis pasang baru, Lembaga Inspeksi Teknik Tegangan Rendah (LIT-TR) yang tidak melakukan pengawasan dan pengujian sesuai ketentuan serta permasalahan lain seputar hak konsumen dan kewajiban pelaku usaha.

 Sebagai penutup, Bakri menyampaikan ucapan terimakasihtnya rterimakasih kepada YLKI Lahat yang telah meluangkan waktu ke kantor PLN wilayah dan telah menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial dalam melindungi konsumen,  selanjutnya berjanji akan segera menurunkan tim untuk menindaklanjuti pengaduan yang telah dijelaskan secara gamblang agar tidak ada pelanggan yang dirugikan.

"Hasil investigasi nantinya akan ditindaklanjuti bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) maupun Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) agar menjadi formula yang tepat", ungkapnya.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.