Kebakaran Diduga Akibat Konsleting Listrik Kembali Terjadi, YKLI : Lahat Darurat Keselamatan Ketenagaan Listrikan


LAHAT, SS - Musibah kebakaran kembali terjadi, kali ini menimpa Saruno (55) warga Desa Kuba, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat, dua bangunan rumah miliknya terbakar diduga akibat konsleting listrik, Minggu (06/05/21) sekitar pukul 13.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kasat Pol PP dan Damkar Lahat, Fauzan Denim, AP, MM menduga sumber api berasal dari konsleting listrik.

"Setelah kita mendapatkan informasi terjadinya kebakaran, kita langsung turunkan beberapa unit mobil PBK. Hampir seluruh bangunan milik korban Saruno terbakar," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua YLKI Lahat Sanderson, ST, SH  terjadinya kembali kebakaran ini sangat memprihatinkan dan bisa dimasukan situasi Darurat Keselamatan Ketenagalistrikan di Kabupaten Lahat,

" jika dalam pelaksanaannya awal jelas tidak dilakukan pengecekan dan pengujian pada pemasang kelaikan instalasi kelistrikannya sesuai UU, berarti ada unsur kelalaian dalam musibah ini. Jika sudah SOP tentunya akibat konseling listrik bisa diminimalisir.

Sanderson menambahkan, saat ini pihaknya tengah gencar melakukan pengawasan fungsi keselamatan ketenagaklistrikan terkait banyaknya temuan instalasi listrik konsumen dipasang abaikan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) pada tingkat mengkhawatirkan, arus pendek dari korsleting listrik disebut mendominasi penyebab kebakaran.

Sanderson meyakini kejadian kebarakan yang kerap menimpa akan terminimalisir bila tingkat kepatuhan terhadap kaidah terbilang tinggi.

“Minimal kalau kaidah-kaidah dan SOP ini diikuti, tingkat keselamatan kita lebih tinggi dan tingkat kebakaran jadi menurun,” ujarnya. (Fry)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.