Bau Limbah Kelapa Sawit Masih Terus Menyengat, DLH Lahat Belum Bertindak


LAHAT, SS - Bau menyengat seperti bau bangkai dari tongkos kelapa sawit yang merupakan limbah industri kelapa sawit yang diduga milik PT. PP Lonsum Sumatera, sampai saat ini masih terus dirasakan oleh warga.

Permintaan warga untuk membuang hamparan limbah sawit itu, terkesan belum digubris pihak perusahaan. Bahkan bau menyengat itu, kian terasa ketika dimusin penghujan.

"Pabrik pengolahan kelapa sawit tidak jauh lokasinya dari pemukiman warga. Dari Tahun 2017 silam mereka sudah beroperasi. Kami sudah tidak tahan lagi dengan baunya," ungkap Eko (40) salah seorang warga Desa Sukoharjo, Palembaja, Kecamatan Kikim Timur, Lahat, Rabu (02/06/21).

Eko mengharapkan, pihak terkait dapat membantu menyelesaikan persoalan ini. Eko khawatir, jika keluhan masyarakat tidak dipedulikan akan berdampak negatif kepada hubungan masyarakat dan perusahaan.

“Akhir-akhir ini bau limbah dari pabrik itu kembali tercium sepanjang hari. Kami khawatir bau limbah ini dapat meracuni kesehatan anak cucu jika dibiarkan,” ujar Eko.

Senada disampaikan Andi (35) salah seorang warga Desa Suka Makmur, yang berprofesi sebagai pedangang Bakso diwilayah Palembaja, dia mengaku, bau menyengat dari limbah sawit itu sudah berdampak kepada omset penjualannya.

"Tidak sedikit warga yang mengurungkan niatnya untuk makan bakso karena disebabkan bau tak sedap dari limbah sawit ini. Kami berharap pemerintah segera bertindak agar lingkungan di wilayah Desa Suka Makmur dan Desa Sukoharjo kembali nyaman," pungkasnya.

Terkait persoalan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lahat, Agus Salman, melalui Kabid Penataan dan Penaatan PPLH, Eddy Suroso,  ST ketika dikonfirmasi via WhastAap hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapannya.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.