Lima Bulan Guru PAUD Di Tujuh Desa Belum Terima Honor


LAHAT,SS - Tenaga pengajar Pendidikan Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Muara Payang, Lahat, harus gigit jari. Pasalnya sudah lima bulan ini belum menerima honor dari bantuan operasional penyelenggara (BOP) maupun dari pemerintah desa (Pemdes).

Bahkan hingga hari ini baru dua desa dari tujuh desa yang sudah menerima insentif itu. Mirisnya lagi, meskipun sudah lima bulan belum menerima honor, puluhan tenaga pengajar PAUD dari tujuh desa itu masih tetap mengajar.

Hal itu dibenarkan oleh Harlina, Ketua Himpunan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) kecamatan Muara Payang.

Dia mengatakan, sejak bulan Januari 2021 hingga saat ini belum seluruhnya guru PAUD menerima isentif.

"Belum menerima isentif dari Pemdes, sementara kegiatan PAUD masih tetap berjalan," ungkapnya, Senin (24/05/21).

Senada disampaikan salah seorang pendidik PAUD Amoura dari Desa Talang Tinggi, Lipika SE. Dia menjelaskan, meskipun adanya keterlambatan uang honor itu namun kegiatan PAUD tetap berjalan.

" Ada rasa tak enak dengan tenaga pendidik, lantaran proses pendidikan masih berjalan, sedangkan dari Kades belum juga dapat" ungkap Lipika yang merupakan pengelola PAUD Amoura ini seraya mengharapkan uang honorer cepat dicairkan.

Sekedar mengingatkan, Kemendikbud menyatakan dana BOP PAUD pada masa kedaruratan Covid - 19 dapat digunakan untuk pembayaran honor pendidik dalam pelaksanaan pembelajaran dirumah atau BDR. (Fry)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.