Peningkatan Mutu Pelayanan Puskesmas Melalui Metode Partnership Dalam Pemberdayaan Kader dan Petugas Kesehatan
Author: Ns. Dian Aulia Kurniawati, S.Kep
Mahasiswi Magister Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang
Mahasiswi Magister Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang
Departemen Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk pertama kalinya menjalin kerjasama dengan Puskesmas Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang sebagai lahan Praktik Aplikasi Keperawatan Komunitas oleh mahasiswa Magister Keperawatan. Puskesmas Bandarharjo sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kesehatan Kota Semarang merupakan salah satu institusi pelayanan publik yang memegang peranan penting bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya, Puskesmas tentu membutuhkan adanya partisipasi masyarakat untuk mewujudkan upaya kesehatan yang bersumberdaya masyarakat tersebut. Salah satu misi Puskesmas Bandarharjo adalah “Peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam kemandirian untuk hidup sehat”, sehingga dalam upaya mewujudkan misi tersebut perlu adanya hubungan kemitraan atau partnership dengan masyarakat. Menurut WHO, 2005 bahwa kebijakan dan kemitraan dibuat untuk memberdayakan masyarakat, serta untuk meningkatkan kesehatan dan kesetaraan kesehatan.
Partnership atau kemitraan adalah bentuk kerjasama dari dua orang atau lebih dengan membentuk visi dan misi serta menjalankan tugas masing-masing untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Sehingga untuk dapat menilai keberhasilan dari kemitraan dapat dilihat berdasarkan aktifnya penyedia layanan/provider, pihak yang terlibat, dan masyarakat. Pada akhirnya penerapan metode partnership ini diharapkan mampu meningkatkan kerjasama antara petugas puskesmas (provider atau fasilitator) dengan masyarakat secara keseluruhan.
Kepala Puskesmas Bandarharjo, dr. Nurhayati, M.Kes menyatakan bahwa, beliau menyambut baik kedatangan mahasiswa magister dan berharap bahwa dengan adanya kerjasama antara Puskesmas dengan mahasiswa keperawatan strata dua ini dapat membantu Puskesmas dalam meningkatkan kemitraan dengan masyarakat, yang diawali dengan proses pengidentifikasian masalah di dalam pelayanan kesehatan serta menyusun penyelesaian masalah bersama dengan petugas Puskesmas.
Bentuk upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Puskesmas Bandarharjo adalah dengan membentuk Kader Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas tersebut sebagai bentuk usaha dalam mencapai tujuan bersama antara pemberi pelayanan dengan masyarakat. Kader kesehatan sangat dibutuhkan oleh pemberi pelayanan karena kader merupakan perpanjangan tangan antara masyarakat dengan petugas puskesmas, sehingga tujuan yang telah dicapai dapat tersampaikan kepada masyarakat secara menyeluruh.
Penerapan model partnership/kemitraan ini merupakan program inovasi yang yang digunakan untuk meningkatkan mutu pelayanan puskesmas yang berfokus pada Program Pengendalian Tidak Menular (PTM) pada Lansia di Puskesmas Bandarharjo, terutama masalah psikososial (stres) pada lansia dengan PTM, hal tersebut menjadi topik yang menarik untuk di kaji lebih mendalam. Berdasarkan hasil wawancara kepada Pemegang Program Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) dan Pelaksana Program PTM, bahwa sampai saat ini belum ada upaya khusus yang dilakukan oleh Puskesmas dalam mengatasi masalah tersebut.
Program inovasi yang dilaksanakan terdiri atas beberapa kegiatan, antara lain: pelatihan kepada petugas puskesmas serta penyegaran kader. Kegiatan pertama, yaitu pelatihan petugas puskesmas yang diberikan dalam bentuk pelatihan OtJT (On the Job Training) tentang manajemen penatalaksanaan masalah psikososial (stres) dalam lingkup puskesmas. Pelatihan kepada petugas puskesmas penting untuk dilakukan karena menjadi dasar dalam pelaksanaan program inovasi, yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan puskesmas.
Kegiatan kedua, yaitu penyegaran kader lansia dengan memberikan penyuluhan manajemen stres dan pelatihan skrining stres pada kader posyandu lansia, praktik skrining stres dengan Kuesioner DASS-42, serta praktik salah satu manajemen stres melalui Tehnik Relaksasi Napas Dalam dan didampingi oleh petugas puskesmas. Pemberdayaan kader ini merupakan salah satu proses partnership atau kemitraan dengan pihak puskesmas dalam upaya pelaksanaan program yang ada di puskesmas melalui peran serta masyarakat.
Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia, saat ini telah terbentuk Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) melalui Keputusan Menteri Kesehatan R.I. Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015. Program inovasi yang diterapkan di Puskesmas Bandarharjo ini menjadi salah satu bentuk upaya dalam mendukung keberhasilan pencapaian sasaran pembangunan kesehatan sesuai Rencana Strategis Tahun 2015-2019, yang berfokus pada Pengendalian Penyakit Tidak Menular, khususnya Hipertensi, Diabetes Mellitus dengan masalah psikososial.
Sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya, Puskesmas tentu membutuhkan adanya partisipasi masyarakat untuk mewujudkan upaya kesehatan yang bersumberdaya masyarakat tersebut. Salah satu misi Puskesmas Bandarharjo adalah “Peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam kemandirian untuk hidup sehat”, sehingga dalam upaya mewujudkan misi tersebut perlu adanya hubungan kemitraan atau partnership dengan masyarakat. Menurut WHO, 2005 bahwa kebijakan dan kemitraan dibuat untuk memberdayakan masyarakat, serta untuk meningkatkan kesehatan dan kesetaraan kesehatan.
Partnership atau kemitraan adalah bentuk kerjasama dari dua orang atau lebih dengan membentuk visi dan misi serta menjalankan tugas masing-masing untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Sehingga untuk dapat menilai keberhasilan dari kemitraan dapat dilihat berdasarkan aktifnya penyedia layanan/provider, pihak yang terlibat, dan masyarakat. Pada akhirnya penerapan metode partnership ini diharapkan mampu meningkatkan kerjasama antara petugas puskesmas (provider atau fasilitator) dengan masyarakat secara keseluruhan.
Kepala Puskesmas Bandarharjo, dr. Nurhayati, M.Kes menyatakan bahwa, beliau menyambut baik kedatangan mahasiswa magister dan berharap bahwa dengan adanya kerjasama antara Puskesmas dengan mahasiswa keperawatan strata dua ini dapat membantu Puskesmas dalam meningkatkan kemitraan dengan masyarakat, yang diawali dengan proses pengidentifikasian masalah di dalam pelayanan kesehatan serta menyusun penyelesaian masalah bersama dengan petugas Puskesmas.
Bentuk upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Puskesmas Bandarharjo adalah dengan membentuk Kader Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas tersebut sebagai bentuk usaha dalam mencapai tujuan bersama antara pemberi pelayanan dengan masyarakat. Kader kesehatan sangat dibutuhkan oleh pemberi pelayanan karena kader merupakan perpanjangan tangan antara masyarakat dengan petugas puskesmas, sehingga tujuan yang telah dicapai dapat tersampaikan kepada masyarakat secara menyeluruh.
Penerapan model partnership/kemitraan ini merupakan program inovasi yang yang digunakan untuk meningkatkan mutu pelayanan puskesmas yang berfokus pada Program Pengendalian Tidak Menular (PTM) pada Lansia di Puskesmas Bandarharjo, terutama masalah psikososial (stres) pada lansia dengan PTM, hal tersebut menjadi topik yang menarik untuk di kaji lebih mendalam. Berdasarkan hasil wawancara kepada Pemegang Program Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) dan Pelaksana Program PTM, bahwa sampai saat ini belum ada upaya khusus yang dilakukan oleh Puskesmas dalam mengatasi masalah tersebut.
Program inovasi yang dilaksanakan terdiri atas beberapa kegiatan, antara lain: pelatihan kepada petugas puskesmas serta penyegaran kader. Kegiatan pertama, yaitu pelatihan petugas puskesmas yang diberikan dalam bentuk pelatihan OtJT (On the Job Training) tentang manajemen penatalaksanaan masalah psikososial (stres) dalam lingkup puskesmas. Pelatihan kepada petugas puskesmas penting untuk dilakukan karena menjadi dasar dalam pelaksanaan program inovasi, yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan puskesmas.
Kegiatan kedua, yaitu penyegaran kader lansia dengan memberikan penyuluhan manajemen stres dan pelatihan skrining stres pada kader posyandu lansia, praktik skrining stres dengan Kuesioner DASS-42, serta praktik salah satu manajemen stres melalui Tehnik Relaksasi Napas Dalam dan didampingi oleh petugas puskesmas. Pemberdayaan kader ini merupakan salah satu proses partnership atau kemitraan dengan pihak puskesmas dalam upaya pelaksanaan program yang ada di puskesmas melalui peran serta masyarakat.
Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia, saat ini telah terbentuk Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) melalui Keputusan Menteri Kesehatan R.I. Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015. Program inovasi yang diterapkan di Puskesmas Bandarharjo ini menjadi salah satu bentuk upaya dalam mendukung keberhasilan pencapaian sasaran pembangunan kesehatan sesuai Rencana Strategis Tahun 2015-2019, yang berfokus pada Pengendalian Penyakit Tidak Menular, khususnya Hipertensi, Diabetes Mellitus dengan masalah psikososial.

Post a Comment