Joncik : Semua Pihak Diharapkan Dapat Meredam Situasi

EMPAT LAWANG, SS - Aksi penyerangan terhadap polisi oleh sekelompok massa terjadi di RSUD Empat Lawang, Sumatera Selatan, Rabu (31/07/2019), Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad menyesalkan insiden tersebut.

"Saya tadi malam setelah ada kejadian ini langsung ke lokasi. Saya lihat ada warga dan polisi terluka. Tentunya saya sangat menyesalkan karena insiden ini terjadi di Empat Lawang," ujar Bupati saat dimintai konfirmasinya kepada wartawan.

Joncik meminta seluruh tokoh masyarakat hingga pejabat terkait untuk meredam. Bahkan Camat diminta untuk langsung turun ke lokasi menjaga agar situasi tetap kondusif.

"Saya minta semua turun, camat, kepala desa dan semuanya sama-sama terlibat aktif meredam. Karena kalau seperti ini, semua rugi. Polisi, warga luka dan yang lain juga aktifitas terganggu," katanya.

Tidak hanya itu, Joncik mengatakan, aksi penyerangan terjadi karena salah paham antara warga dan polisi. Bahkan dia telah meminta semua pihak menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi.

"Penyerangan itu hanya salah paham ya, polisi yang awalnya mau konfirmasi kok malah diserang. Ini kan seharusnya tidak perlu terjadi kalau sama-sama menahan dan tak mudah terpancing emosi," kata Joncik.

Tidak hanya meredam situasi di Empat Lawang, Joncik mengaku sangat kesal dengan manajemen pihak rumah sakit. Sebab warga dan polisi yang menderita luka di rawat bersebelahan.

"Saya marah betul sama pihak rumah sakit, seharusnya sudah tahu begini ya masyarakat dan polisi jangan gabung merawatnya," katanya.

Joncik memastikan, kondisi di Empat Lawang sudah kondusif. Joncik meminta masyarakat untuk melibatkan tokoh masyarakat jika ada masalah dan tidak mengambil keputusan yang dapat merugikan orang lain.

"Tadi malam saya cek sama pak Dandim, Kapolres udah kondusif, pukul 02.00 WIB sudah tidak terjadi apa-apa. Tentunya ini harus dipertahankan dan saya meminta warga tetap tenang. Himbauan pemerintah ya jangan mudah saling curiga, komunikasi dulu. Libatkan tokoh-tokoh, jangan mudah tersulut dan memang tempramen orang Empat Lawang mudah tersulut, ini tidak boleh," katanya lagi.

Sementara terkait maraknya senjata api rakitan yang dimiliki warga, sang Bupati meminta warga tidak lagi menggunakan senjata api. Sebab hal itu melanggar undang-undang dan membahayakan orang lain.

"Bahwa senpi dan sajam itu tidak boleh, tradisi itu melawan undang-undang ya. Sudah tempramen tinggi, terus mudah tersulut dan bawa sajam, nah ini tidak boleh. Kami akan sampaikan ini pada masyarakat," tutupnya.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.