Tak Terima Suaminya Ditembak Oknum Brimob, Istrinya Layangkan Tuntutan

LAHAT, SS - Insiden kekerasan berujung penembakan terhadap salah satu warga yakni Anggok (42) warga Desa Sukamakmur SP3, Kecamatan Gumay Talang, Lahat, yang terjadi lingkungan PT PP London Sumatera Lahat lokasi 63 Km, sekitar pukul 11.40 WIB, Selasa (28/5/2019) akhirnya berbuntut panjang. 

Pasalnya Yupriani yang merupakan istrinya Anggok menuntut penembakan terhadap suaminya itu yang dilakukan oleh oknum Brimob Polda Sumsel dengan mengunakan peluru karet yang mengakibatkan luka dibagian kaki.

Menurut keterang Yupriani,  kejadian itu berawal saat Anggok bersama ayahnya Umar (80) dan adiknya Wiriyadi (32)  bertandang ke Kantor PT Lonsum yang berlokasi tidak jauh dari kediamannya.

Anggok ingin menemui inisial Fkr salah satu Manajer di perusahaan ini untuk menanyakan masalah lahan milik keluarganya, namun Anggok diminta untuk menunggu oleh salah satu anggota kepolisian selaku petugas pengamanan yang berjaga di perusahaan tersebut.

Lantaran orang yang maksud tidak juga menemuinya, akhirnya lanjut Yupriani, terjadi adu mulut dengan petugas. Dari adut mulut tadi, membuat  tersinggung salah satu petugas pengamanan perusahaan.

Melihat keributan ini petugas keamanan lainnya langsung menembakan senjata berpeluru karetnya tepat mengenai bagian lutut kanan kaki tamunya ini. Keributan disekitar Pos Security Perusahaan yang mengelola buah sawit ini.

Melalui kuasa hukumnya, Imam Rustandi SH dan M Fedri Setiawan SH menegaskan, penangkapan terhadap ketiganya patut dipertanyakan.

"Karena dilapangan dimulai penangkapan sampai ditembaknya klien kami patut kami pertanyakan. Silakan mereka tangkap asal memiliki bukti yang lengkap," ujar Imam Rustandi SH, Kamis (30/5/2019).

Mirisnya lagi, banyak data yang didapat dilapangan yang didapat diantaranya, istri korban sampai saat ini, belum menerima surat penangkapan, penahanan. Selanjutnya, penahan terhadap kendaraan milik korban yang sampai saat ini, tidak ada kejelasan.

"Mobil pribadi milik korban juga dibawa oleh petugas. Yang jadi pertanyaan kami, mobil itu apakah melakukan pencurian sawit, kok dibawa begitu saja oleh petugas," tanya Imam lagi. seraya menambahkan, terkait persoalan ini akan kami bawa ke jalur hukum.

Terpisah, Manager Lonsum Fikri dikonfirmasi membantah terhadap dirinya memanggil Suherman alias Anggu, Umar dan Wiri.

"Tidak benar, dan saya merasa tidak pernah memanggil mereka untuk datang ke kantor," kilah Fikri.

Namun, diakuinya, ditangkapnya terduga pelaku pencurian sawit bernama Anggu ini, karena, sawit milik PT Lonsum telah dicuri sebanyak 3 ton. Sedangkan, terduga lainnya Umar dan Wiri lantaran ada dilokasi kejadian. Sehingga, ketiganya diamankan ke Polda Sumsel.

"Saat kejadian saya sedang rapat di menara 62. Jadi, penangkapan mereka saya tidak mengetahui secara detail. Coba koordinasi dengan Humas Lonsum Suheri," kata Fikri.

Sementara, Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK MSi dimintai tanggapan sebelumnya menjelaskan, pihaknya terkesan kecolongan akibat dugaan aksi warganya ditembak petugas pengamanam PT Lonsum anggota Brimob dari Polda Sumsel.

"Benar, adanya warga wilayah hukum Polres Lahat ditangkap dan ditembak tegas dan terukur. Memang kasus tersebut ditangani langsung Polda Sumsel," tegas Ferry.

Diakui Kapolres Lahat, disesalkan sampai melakukan penembakan peluru karet terhadap terduga pelaku bernama Suherman alias Anggu.

Terkait kasus ini, selanjutnya Ferry, memerintahkan anggota Intel Polres Lahat melakukan Lidik kelapangan, guna memastikan korban tersebut, dan menjalani perawatan medis dimana.

"Ternyata, anggota kita mendapati data korban sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. M Rabain Kabupaten Muara Enim. Harapan kita, kedepan agar pihak Polda dapat berkoordinasi dengan kita, karena kalau ada apa-apa kedepan Polres Lahat pasti jadi terdepan," pungkas Kapolres.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.